Kesehatan · My Fam · Serba-serbi

Kerkop, Sepenggal Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu

Istilah Kerkop berasal dari bahasa Belanda, yaitu Ker-hof. Yaitu komplek pemakaman atau kuburan gereja yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

image

Tapi sekarang, istilah ini dikenal sebagai warung jamu (cekok) legendaris di Jogja. Tepatnya di JL Brigjen Katamso, Jogja (ato ada yg nyebutnya di depan THR. Pdhl THR-nya kyknya dah ga berfungsi lagi).
Kata orang-orang sih, dulunya memang ada makam Belanda di depan kedai jamu itu. Tapi sekarang sudah berubah menjadi bangunan lain.

Kedai jamu Kerkop ini sudah ada sejak tahun 1870-an. Sepenglihatanku, ada dua kedai yang berdekatan. Ntah mana yang lebih duluan lahir, tapi yg aku datangi kali ini adalah kerkop sisi selatan.

Kedatangan bunda dan Qandra bukan tanpa alasan. Kami memang sengaja mau ‘nyicipin’ jamu yang kepopulerannya tak lekang oleh waktu ini. Kami datang bareng Mbah uti dan Felin dengan tujuan mencari obat batuk pilek utk Qandra dan Felin.

Di sini memang tersedia beragam jamu yang langsung diracik dari rempah-rempah. Namun yang paling legendaris adalah metode khusus untuk anak-anak. Yaitu metode ‘Cekok’

Nah, utk org asli Jogja, biasanya dah ngerti metode ini. Ato malahan pernah merasakan sensasi menikmati jamu tradisional dengan metode ini.

Biasanya ni ya, kalau si anak tak mau minum jamu, maka anak tersebut anak dicekoki dengan kain yang di dalamnya sudah diisi rempah2 basah.

Seperti juga Qandra yg sudah jelas gak bakalan doyan. Jadi harus pakai cara dicekokin jamu.

Caranya, Bunda megang Qandra dengan sekuat tenaga sambil di-pithing (*agak njlimet jelasin istilah ini). Kemudian dengan sigap, peracik jamu pun mengucurkan perasan jamu ke mulut anak.

Bisa dibayangkan proses pemberontakan dari si anak ya, Bu.
Tp jangan khawatir krn ibu peracik jamu udah ahli. Cairan kental jamu pun mengalir masuk ke tubuh anak. Setelah itu, tinggal tunggu reaksinya saja.

Hampir setiap hari, kerkop ini selalu ramai didatangi pengunjung. Dan cukup banyak juga ‘pasien’ anak-anak. Karena khasiatnya masih banyak diyakini oleh masyarakat.

Untuk anak yang demam, batuk pilek, atau anak yang susah makan…banyak orangtua yang memilih kerkop sebagai jawabannya.

Trus gimana ama penyakitnya Qandra?
Sehari setelah dicekokin, masih meler sih hehehe…entah belum kelihatan reaksinya atau virusnya yang udah bermutasi jadi lebih kuat ya. Tapi belakangan ketahuan kalau ternyata Qandra kena ISPA plus Flu Singapura.

Dan sembuhnya pake obat resep dari dokter.
Namun setidaknya bunda coba carikan alternatif penyembuhan. Sekalian, menjajal sensasi nyekokin anak (*halah). Soalnya kata mbah uti, dulu bunda juga sering dicekokin di situ hehehe…
Maap ya Nak, Bunda bukan balas dendam kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s