Kesehatan · My Fam · Qandra's Family

Sinetron ini Berjudul Kabut Asap

maskerPenggemar sinetron harusnya tidak boleh ketinggalan dengan kisah yang satu ini. Kisah sinetron di kota keduaku, Pekanbaru. Sebenarnya lebih tepat kalau cakupannya Provinsi Riau.

Ini tentang “sinetron” kabut asap yang dialami warga Riau di awal tahun 2014. Yak, tahun 2014 menjadi tahun yang berkesan. Karena seluruh warga Riau, tanpa pandang bulu disajikan asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan.

Sejak tinggal di Pekanbaru (mulai tahun 2007), tahun 2014 ini yang paling parah. Mungkin komposisi O2 di udara sudah tidak sampai 50 persen. Udara amat sangat tidak nyaman untuk dihirup, tenggorokan terasa kering dan mata jadi pedih. Padahal….padahal ni ya, ibu dan Qandra hanya berdiam diri di rumah saja.

Pemerintah menganjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bahkan di dalam ruangan pun dihimbau untuk mengenakan masker. Oh mai goooot…mana tahan kalau pakai masker sepanjang hari. Apalagi untuk bayi gedeku, si Qandra.

Demo para aktivis sudah tak terhitung berapa kali. Kicauan di twitter dan di facebook juga tak terhitung jumlahnya. Bahkan broadcast message tentang asap, masuk hampir setiap hari di Blackberry.

Rakyat Riau mulai dari mengeluh, marah-marah, sampai akhirnya ikutan pasrah. Kayak Atuk Gubri Annas Maamun yang bilang dah pasrah pada Allah. Kalau dalam kisah sinetron, sudah terjadi pertentangan antar pemain hingga klimaks….

ISPU-Pekanbaru.jpgKlimaksnya adalah saat alat indeks pencemaran udara yang berada di pusat kota mencapai angka lebih dari 300 partikel debu (PM10). Artinya, status polusi udara sudah berbahaya (hazardous) untuk dihirup makhluk hidup.

Lalu…..tokoh utamanya datang. Eng ing eeeeeng……sang jagoan datang dengan pesawat terbang, langsung dari Jawa menuju Riau. Dialah Esbeye ato Presiden RI.

Lakonnya harus menghadapi konflik juga. Dia tak bisa mendarat langsung di Bumi Lancang Kuning. Akhirnya belok dulu ke Batam, dan beberapa saat kemudian sampai juga di Pekanbaru.

Yuhuuuu…lakonnya beraksi….bam–bim–bum….gerak sana-sini, marahin si anu si itu….kasih perintah ini itu….dan langsung saja….
Hari itu juga, hujan pun turun di Riau dan kabut asap hilang. Ruaaaar biasaaaa (mencontek Mario Teguh).
Dan berakhirlah kisah sinetron di negriku tercinta Indonesia.

Sungguh seperti kisah dalam sinetron.

Oh, terlalu pendek untuk jadi sinetron ya. Mungkin lebih cocok kalo disebut, mirip kisah di film India. Dimana lakonnya beraksi di akhir cerita dan menang.

Entahlah, haruslah saya senang dengan ending cerita itu atau tidak. Karena faktanya, belum ada satu bulan SBY menyelesaikan kabut asap. Sekarang sudah mulai muncul lagi asap tipis setiap pagi dan sore hari.
Sebagai ibu rumah tangga, tak banyak yang bisa saya lakukan. Kecuali mengurung kembali Qandra di dalam rumah, untuk meminimalisir asap yang dihirupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s