Informasi · Kesehatan · Qandra's Family

Ini Sih Bencana “Buatan”

ISPU-Pekanbaru.jpgHari ini, Minggu (9 Maret 2014) dapat broadcast message yg menyatakan udara di Pekanbaru dalam Level Berbahaya!
Benar-benar menyebalkan. Tapi nggak tau mo ngeluh ke siapa
Untuk ibu-ibu, kabut asap ini benar² menyiksa. Bukan sekedar menyiksa tubuh kita saja, tapi juga batin. Gimana nggak, si krucil Qãndrã ga juga sembuh dari batuk ϑan pilek. Udah seminggu lebih, idungnya meler ϑan sesekali batuk kering. Kasihan ngliatnya…
Anaknya masih aktif sih, tp kalau malas tidurnya gelisah. Idungnya mampet, bikin sesah bernafas lega…
Oh kabut asaaap…kapan mau enyah dari Bumi Lancang Kuning ini.
Sampai-sampai, ibu berharap kabutnya merembet ke provinsi lain ϑan negara Jiran (Malaysia, Singapura, Brunei). Soalnya klo org Riau yg teriak, solusinya lambat.
Mungkin klo provinsi tetangga ϑan negara tetangga yang ngomelin, baru deh diatasi.

Sudah jadi rahasia umum, kabut asap yang sering datang di Riau, termasuk Pekanbaru disebabkan aksi pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Ditambah lagi struktur lahan terbakar, yang mayoritas gambut. Menyebabkan bara api tetap menyala di lapisan bawah, meskipun upaya pemadaman sudah dilakukan dari atas. Data terakhir, diperkirakan ada 20 ribu hektar hutan dan lahan yang terbakar di Riau.
Dan sudah rahasia umum juga, karhutla itu dilakukan para oknum. Baik itu oknum personal (warga yang ingin membersihkan lahannya) maupun oknum dari perusahaan yang ingin membuka kebun sawit.
Para oknum ini sepertinya sudah mati rasa dengan istilah ‘dosa’
Tak berpikir dampak jangka pendek ataupun panjang yang timbul karena ulah mereka. Seluruh masyarakat di Riau dipaksa untuk menghirup asap bakaran.
Itulah sebabnya ibu nulis judul, Ini Sih Bencana “Buatan” karena memang gak cocok disebut bencana alam. Ini lebih disebabkan karena ulah manusia.
Para oknum ini mungkin saja tak berpikir betapa banyak kerugian yang ditanggung masyarakat. Pelaku usaha kecil mengeluh turunnya omset, anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar di sekolah, banyak orang sakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mendadak dan ayah Qandra….kehilangan hari libur bersama keluarga.
Huh…harusnya kan ayah pulang dari Palembang pada hari Minggu, tapi diundur hari Senin. Sungguh mengecewakan. Qandra tidak bisa jalan-jalan ke mal deh… (*lost focus)
Back to kasus Karhutla….
Ada info terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB).
Titik api yang tertangkap Satelit NOAA 18 dan modis ternyata juga banyak dari Malaysia. Bahkan jumlahnya di atas titik api Riau.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada pers di Pekanbaru, Jumat (7/3/2014) kecepatan pergerakan angin di atas 25 kilometer per jam menuju arah Riau. Ini memperparah asap di Sumatera, khususnya Riau.
“Namun itu butuh analisis lagi, sementara memang peluang itu ada berdasarkan dengan pantauan satelit dan analisa arah dan pergerakan angin,” katanya.
Sebelumnya Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan, kebakaran lahan dan hutan merata terjadi hampir seluruh wilayah Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) seperti Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Indonesia.
Oooo emmm jiiii….asaap….dari mana pun asalmu, segeralah enyah dari Kota Pekanbaru. Kasihan kalau Qandra kemana-mana harus pake masker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s