Serba-serbi

Pilih Refill atau Catridge?

KALAU Anda pengguna komputer (laptop), tentunya udah  tak asing dengan istilah printer atau mesin pencetak. Dan jika menggunakan printer, salah satu kebutuhan utamanya adalah tinta. Yah, tinta komputer jelas dibutuhkan karena inilah yang akan mengabadikan hasil pekerjaan Anda melalui komputer ke kertas cetak.

Di pasaran, keberadaan tinta untuk printer ini sangat mudah kita temui. Bahkan banyak pilihan yang diberikan. Baik itu pilihan harga maupun merek. Sedangkan untuk warnanya, masih terbatas empat warna saja. Yaitu hitam dan berwarna (merah, kuning, biru).

Pilihan lain yang juga ditawarkan ke konsumen adalah tinta asli atau yang dikenal dengan catridge dan tinta isi ulang (refill). Keputusan untuk memilih tinta jenis apa, tentu saja berada di tangan konsumen sendiri, meskipun pada kenyataannya masih lebih banyak yang memilih tinta isi ulang karena dinilai lebih murah.

Memang salah satu pertimbangan orang memilihi tinta isi ulang (refill) adalah terletak pada harganya. Dan memang di pasaran pun, penjualan tinta isi ulang merupakan salah satu pemasukan yang cukup banyak di beberapa toko komputer.

Seperti diakuti Edo dari Family Computer, Plaza Senapelan. “Selama ini kami menyediakan beragam jenis tinta, baik itu yang asli (cartridge) maupun yang isi ulang (infus). Itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Edo juga mengakui bahwa permintaan terhadap tinta jenis isi ulang, lebih banyak dibandingkan permintaan tinta yang asli.

Ada beberapa merk tinta isi ulang yang selama ini beredar di pasaran. Seperti Dataprint, Waveprint dan lain sebagainya. Merk-merk tersebut juga tersedia di Family Computer dan beberapa toko komputer lainnya.

Dari berbagai sumber diperoleh, awal  kehadiran usaha refill (isi ulang ) tinta printer di indonesia diperkirakan ada sekitar tahun 1997. Yakni saat itu Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi yang mengakibatkan terjadinya fluktuasi dolar yang cukup tinggi.

Tinta asli saat itu masih diimport dan harganya melonjak drastis. Sejak saat  ini lah usaha refill tinta menjadi primadona mengantikan posisi   tinta printer original karena harganya yang relatif murah. Dan kondisi ini ternyata berlanjut hingga kini. Antusiasme konsumen terhadap refill tinta tak pernah surut. Bahkan dibanyak perkantoran penggunaan refill tinta sudah menjadi kebiasaan.

Catridge Tetap Lebih Baik

MESKIPUN masih banyak orang yang memilih menggunakan tinta isi ulang, namun tak bisa ditutup-tutupi bahwa tinta asli (catridge) jelas lebih baik. Karena tinta asli ini memang sudah dibuat untuk mendukung sebuah printer, sesuai jenis dan tipenya masing-masing.

Sedangkan tinta isi ulang memiliki kekentalan tersendiri, tergantung pada jenis printer yang menjadi pasangannya. Salah-salah, printer bisa jadi korbannya. “Perawatan harus catridge sangat diperhatikan pada mesin printer, karena jika rusak tidak bisa diperbaiki. Bahkan bisa jadi tarif servis akan menyamai harga printer baru,” ujar Edo.

Hal inilah yang seharusnya menjadi pertimbangan konsumen, saat memutuskan membeli tinta asli atau tinta isi ulang. Edo mengingatkan, sebaiknya jangan terus-terusan menggunakan tinta isi ulang karena beresiko merusak catridge, yang menjadi jantung sebuah printer.

“Setidaknya sebuah catridge itu bisa diisi ulang sekitar tiga atau empat kali saja. Kalau terus-menerus, lama-lama akan rusak. Jadi sebenarnya memang lebih baik menggunakan yang asli,” katanya. Lalu bagaimana dengan Anda? Mau memilih yang mana, keputusan ada di tangan Anda. (ans)

Guidance:

Pilih Huruf Ekonomis

JAMAN sekarang segala sesuatu harus diperhitungkan baik-baik. Kalau perlu harus bisa menggunakan segala sesuatu sehemat mungkin, termasuk dalam menggunakan tinta printer. Dilansir dari situs online kapanlagi.com, berikut ini ada beberapa saran yang bisa digunakan untuk menghemat penggunaan printer Anda:

* Setting pencetakan

Cara menghemat pemakaian tinta printer yang paling sering dilakukan biasanya dengan mengatur setting dari pencetakan. Sebagai contoh, pengguna bisa mengatur driver printer untuk melakukan pencetakan 2 halaman dalam selembar kertas. Cara lainnya yaitu  pengguna bisa mencetak dengan mode : Draft, Fast Normal, Economy Mode, dan lainnya untuk meringankan hasil pencetakan dan mengurangi konsumsi tinta. Atau bisa juga dengan melakukan pencetakan ke file PDF terlebih dahulu daripada mencetaknya langsung.

* Pilih huruf ekonomis

Untuk menghemat pemakaian tinta printer sekarang ada pilihan baru, yakni dengan pemilihan font yang digunakan. Sekarang sudah ada jenis huruf Ecofont, font gratis yang menjanjikan pengurangan konsumsi tinta sampai 20 persen.

Ecofont memang terlihat mirip dengan Arial, tetapi dengan satu perbedaan utama yaitu lubang. Di setiap huruf punya banyak lubang kecil di dalamnya, hal ini berarti membutuhkan tinta yang lebih sedikit untuk mencetak. Untuk mendapatkan font ini silahkan berkunjung ke alamat ini : http://www.ecofont.com

* Century Gothic Lebih Hemat Drpd Arial

Selain font Ecofont ada juga font yang diklaim bisa menghemat pemakaian tinta printer yaitu Font Century Gothic. Sebuah universitas di AS berhasil menemukan cara untuk menghemat biaya cetak sebuah tulisan, baik email maupun artikel. Caranya adalah dengan mengubah jenis huruf. (net/ans)

2 thoughts on “Pilih Refill atau Catridge?

    1. secara kualitas juga ndak bisa dipungkiri, bagusan yg catridge kan Bro…tapi pertimbangan ekonomis sering mengarahkan orang pada yg refill.
      Thx sharingnya…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s