Kesehatan

Mitos Tentang Kerokan/Kerikan

PASTINYA udah pernah denger istilah kerikan ato kerokan. Yah, metode ini sering dipake buat ngilangin masuk angin. DIkerok buat ngluarin angin..gitu loh… Ada yang dah nyandu ampe bilang, kalo belum dikerok, belum plong deh. Tapi betulkan kerokan/kerikan ini bisa mengatasi masuk angin???

Ada artikel yang aku temu, dan pengen share dengan temen-temen semua. Dan setelah baca artikel ini, masihkah menggunakan metode ini untuk mengatasi masuk anginmu….putuskan sendiri deh.

Cara ini dah sueering banget dipake sejak jaman nenek moyang. Makanya ampe pada percaya kalo beneran bisa ngatasin masuk angin.
Dah tau kan metode kerokan kayak apa. Biasanya pake benda tumpul (misalnya koin) yang ditekan dan digeserkan di permukaan kulit. Area yang dikerok antara lain di punggung, tengkuk, dada dan lengan atas.

Ada beberapa mitos yang berkembang untuk metode ini, diantaranya:
*  Kerokan hanya ada di Indonesia
Fakta: Hal ini tidak benar
Kerokan merupakan suatu pengobatan alternatif yang dikenal sejak ratusan tahun lalu di negara-negara Asia. Masyarakat Vietnam menyebut pengobatan ini cao gio, di Kamboja dijuluki goh kyolrubbing the wind), dan di China dikenal sebagai gua sua (menggunakan batu jade sebagai pengerok).

* Kerokan dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh
Fakta: Istilah masuk angin bisa jadi adalah gejala awal common cold atau penyakit infeksi lainnya. Tapi orang awam nganggep anginnya harus dikeluarkan biar enakan. Padahal yang bikin sakitnya itu
Nah, kalo ada yang bilang kerokan tuh manjur, gimana?

Rada ilmiah ne….Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang. Akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar jika dikerok atau dipijat sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan.

Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.
Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE22 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat.

*  Kerokan menyebabkan rasa nyeri dan iritasi kulit
Fakta: Kerokan yang dilakukan dengan benar tidak akan menyebabkan rasa sakit. Para ahli akupunktur berpendapat bahwa saat terjadi pemijatan, sebaiknya alat kerok melewati titik akupunktur agar urat saraf motorik terangsang, sehingga pada akhirnya memperlancar sirkulasi darah. Cara kerokan yang dianjurkan adalah tegak lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping, lalu sejajar dengan bahu.

Alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerokan. Alat-alat tersebut wajib tumpul supaya tidak melukai kulit. Lalu dibantu dengan minyak yang fungsinya selain menghangatkan juga untuk melicinkan proses kerokan, sehingga menghindari terjadinya kulit lecet. Cara mengerok juga tidak boleh terlalu keras karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa melukai kulit.

* Semua orang boleh melakukan kerokan
Fakta: Ndak semua orang boleh kerokan. Yang ndak boleh antara lain orang dengan kondisi kulit tidak sehat (misalnya eksim, kulit terbakar, jerawat, infeksi bakteri atau jamur). Kerokan pada daerah tersebut justru akan memperparah infeksi atau peradangan. Penderita diabetes mellitus juga sebaiknya menghindari kerokan.

Alasannya, bila terjadi luka atau lecet, luka tersebut bisa menjadi sulit disembuhkan. Pasien yang mengkonsumsi antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah sebaiknya juga tidak melakukan kerokan. Pengerokan yang terlalu dalam dapat mengakibatkan perdarahan di bawah kulit. Kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, dan pembuluh darahnya lebih kecil.

*  Sehabis kerokan, dianjurkan untuk mandi
Fakta: Hal ini tidak dianjurkan. Sehabis kerokan sebaiknya tidak mandi karena pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik seka dengan lap basah yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas. Badan akan terasa lebih nyaman jika Anda minum sesuatu yang hangat, makan sup hangat, dan memakai baju hangat/selimut.

Kerokan boleh-boleh saja dilakukan bila Anda merasa tidak enak badan, namun jangan terlena, jika gejala tak juga mereda sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

*Written by anonymous from “Forum Anakku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s