Serba-serbi · Wisata

Kuliner, Budaya yang Jadi Peluang Bisnis

(Terbit di Harian Tribun Pekanbaru rubrik Etalase Sabtu (1/5)

Kuliner

SALAH satu unggulan yang bisa dibanggakan di Kota Pekanbaru, antara lain adalah wisata kulinernya. Dan ini sudah tak perlu diragukan lagi. Buktinya setiap warga Pekanbaru ditanya kekhasan di sini, banyak yang menjawab wisata kulinernya.

H Fadlah Sulainan SH MM, Kepala Riau Tourism Board (RTB) memaparkan bahwa wisata di Riau (Pekanbaru) memang memberikan peluang bagus di bidang kuliner. Ini tak terlepas dari kebiasaan warga, khususnya masyarakat Melayu yang tak lepas dari makanan.

“Makanan bukan sekedar kebutuhan dasar manusia saja, melainkan merupakan bagian dari keseharian masyarakat Melayu,” ujar Fadlah. Dan ini sudah terjadi sejak jaman kerajaan dulu dimana raja-raja pun sering menjamu tamu yang hadir dengan sajian makanan-makanan khas sini.

Di samping itu ada kebiasaan yang mengakar di masyarakat Melayu ketika mengunjungi kerabatnya. Yakni membawa buah tangan dari daerah asalnya. “Biasanya buah tangan ini berupa barang atau makanan khas dari daerah asal si tamu. Jadi yang dimakan bersama bukan saja sajian dari tuan rumah, melainkan juga dari buah tangan si tamu,” jelasnya. Dari situlah makanan dari daerah lain mulai terkenal dan akan dicari ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Seiring berkembangnya jaman, kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. “Kita lihat saja sekarang ini tren orang berkumpul tak lagi saling mengunjungi rumah. Melainkan sudah terbiasa untuk berkumpul di tempat makan. Seperti janji bertemu dengan rekan kerja atau teman lama, biasanya orang akan janjian bertemu di suatu tempat makan,” jelas Fadlan.

Peluang tersebut tentu saja ditangkap oleh para pelaku usaha di Pekanbaru. Dan dengan latar belakang kondisi seperti inilah, kuliner pun bisa berkembang dengan pesat. Ada sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi.

Kebutuhan makanan pun tak hanya terbatas pada menu-menu khas Melayu atau menu tempatan lainnya. Tetapi juga sudah berkembang ke menu-menu dari luar Kota Pekanbaru. Bahkan hingga menu-menu di luar pulau.

Salah satu tempat kuliner di Pekanbaru yang menyajikan menu masakan dari luar, yakni Coto Makassar Daeng Gassing di Jalan Pinang, sekitar 150 meter di belakang Bulog. Di sini tersedia beraneka menu khas dari Makassar.

Pemiliknya adalah Daeng Gassing yang sebelumnya telah mempunyai tempat kuliner yang sama di Jakarta dan Jambi. Menurut Daeng Gassing sendiri, sejak pertama muncul hingga sekarang, tempat ini terus menarik banyak pencinta kuliner terutama dari kalangan pejabat dan pengusaha.

Ini tak lain karena rasa coto sesuai dengan selera orang Sumatera. Dan beberapa di antara mereka adalah orang-orang yang pernah datang ke Makassar dan merindukan makanan khas daerah tersebut. Jadi kehadiran tempat kuliner seperti ini bisa membantu melepas kangen pada coto setelah berkunjung ke tempat ini.

Masih ada lagi tempat-tempat kuliner yang menyajikan menu nusantara hingga luar negri (termasuk western) di sini. “Sebenarnya sudah banyak pilihan menu makanan di Pekanbaru ini. Coba saja cek menu makanan di rumah makan, biasanya ada bermacam-macam menu yang tersedia,” kata Fadlan Sulaiman.  (ans/art)

Pekanbaru Tertinggi
BUKAN
hal yang mengherankan lagi jika Kota Pekanbaru menduduki posisi tertinggi dalam hal angka jumlah rumah makan dan cafe dibandingkan kota atau kabupaten lain. Ini tak terlepas dari keberadaan Pekanbaru sebagai ibu kota propinsi dan menjadi pusat berbagai kegiatan yang ada di Riau.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Riau Tourism Board (RTB), jumlah rumah makan dan cafe hingga tahun 2010 sebanyak 167 buah dari 509 di Riau. Angka ini tertinggi dibandingkan tempat lain seperti Kuantan Singingi sebanyak 74 tempat dan Indragiri Hulu sebanyak 51. Kabupaten dan kota lain, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan tiga wilayah tersebut.

Kepala Riau Tourism Board (RTB), H Fadlah Sulainan SH MM, Jumat (30/1) menyebutkan jumlah rumah makan di Pekanbaru berkembang karena kebutuhan masyarakat yang sudah lama ada. Namun untuk cafe atau tempat nongkrong, memang baru-baru ini saja ada.

“Menurut pengamatan saya, sekitar lima tahun belakangan inilah pertumbuhan cafe-cafe di Pekanbaru. Sekarang ini di sekitar ruas jalan besar, akan dengan mudah diperoleh cafe-cafe yang buka hingga malam,” ujarnya. (ans)

Tips Berkuliner Sehat:
1. Usahakan sudah memiliki tempat makan yang dituju dan mencari informasi seperlunya
2. Pilihlah porsi yang sesuai dengan anda. Bila anda sudah diajarkan sejak kecil untuk menghabiskan apa yang ada di piring anda, ambilah nasi dan lauk secukupnya
3. Jangan habiskan makan terlalu cepat, kunyahlah makanan anda perlahan-lahan dan nikmati hidangan anda
4. Usahakan memesan minuman yang tidak manis, misalnya es teh tawar. Bila memungkinkan, mintalah gula untuk dihidangkan terpisah sehingga anda dapat mengatur sendiri takaran gulanya.
5. Sedapat mungkin hindari makanan yang berminyak dan digoreng, bakar dan rebus dapat menjadi pilihan anda yang lain
6. Bila anda sudah kenyang sedangkan hidangan masih banyak, jangan malu-malu meminta makanan untuk dibungkus.
7.  Bila anda masih ingin hidangan penutup, usahakan memilih buah segar. Hindari cream  dan santan (ans/net)

7 thoughts on “Kuliner, Budaya yang Jadi Peluang Bisnis

  1. hehehe…makasih komen²nya teman-teman….klo yang punya hobi kuliner dan takut gemuk, ya diatur dong waktu berkulinernya, jangan tiap hari atuh😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s