Kesehatan

Tingkatkan Hubungan Emosional dengan Pijat Bayi

BAGI Vina Yustiana, memijat bayi adalah pengalaman pertamanya. Sama juga dengan pengalaman yang baru saja dirasakan ketika Kamis (4/2) melahirkan putri pertamanya.

Namun ia terlihat menikmati pelajaran pijat bayi yang diperoleh di RS Awal Bros, Pekanbaru. Vina berusaha mengajak bicara putri kecilnya, bersamaan dengan bidan Sarmida yang mengajarinya teknik pijat bayi. Sesekali putri kecilnya, Kayla mengeluarkan tangisan kecil.

Namun tak lama kemudian terdiam dan terlihat menikmati usapan lembut dari sang bunda. Dan memang saat itu, Kayla tidak rewel. Bayi mungil itu sedang dalam keadaan santai dan bisa menjalani proses pijat bayi. Karena baru pertama untuknya, pemijatannya pun lebih dulu dilakukan oleh bidan. Yang kemudian diikuti oleh Vina.

“Baru ini saya mencoba pijat bayi. Dan ini juga masih belajar,” kata Vina. Tak hanya putrinya yang baru berusia dua hari yang menikmati pijat bayi. Sang bunda juga terlihat menikmati saat-saat bersama buah hatinya itu.

Sekitar 15 menit, waktu yang diperlukan oleh Vina dan putrinya Kayla untuk pijat bayi. Dan Vina juga berkeinginan untuk kembali lagi datang ke rumah sakit untuk belajar teknik pijat bayi yang benar. Karena RS Awal Bros Pekanbaru memiliki jadwal khusus pijat bayi setiap hari Jumat pada pukul 08.00 sampai 09.00 WIB.

Seperti diungkapkan Kepala Departemen Kebidanan dan Kandungan RS Awal Bros, Pekanbaru, R Sarmida Christina, pijat bayi ini memang harus dilakukan oleh orangtua sendiri kepada anaknya. Bukanlah oleh bidan atau perawat di rumah sakit.

“Jadi kami hanya mengajari teknik pijat yang benar kepada si ibu. Kemudian si ibu sendiri yang mempraktekkannya kepada anaknya di rumah,” papar Sarmida.

Dan untuk melakukannya, si ibu sebaiknnya menyediakan waktu sektiar 15 menit tanpa ada gangguan. Dengan melakukan pijat bayi maka akan ada kontak berkelanjutan antara ibu dan bayinya.

Karenanya pada saat melakukan pijat bayi, sebaiknya si ibu mengajak anaknya bercakap-cakap. Bisa juga dengan menambahkan musik untuk membantu rileksasi si anak.

Caranya pun terbilang tak sulit dan murah-meriah. Bisa dilakukan sendiri di rumah. Jadi sudah selayakkan orangtua yang memiliki bayi, mau mempraktekkannya sendiri.

Dan jika belum mengentahui caranya, orangtua jangan segan untuk mendatangi bidan atau rumah sakit yang memiliki program pijat bayi untuk belajar teknik yang benar. Dan satu lagi yang perlu diketahui, pijat sendiri merupakan terapi sentuhan tertua yang dikenal manusia dan cukup populer. Begitu juga dengan pijat bayi.

Berdasarkan penelitian, pijat bayi bisa memberikan banyak manfaat positif bagi si ibu dan bayinya. Diantaranya adalah bisa meningkatkan berat badan bayi sampai 2- hingga 40 persen, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubu, dan membuat bayi tidur lebih lelap dan tidak rewel.

Sedangkan untuk si ibu, pijat bayi dapat membentuk hubungan emosional yang lebih baik dan bisa meningkatkan produksi ASI lebih banyak. (ans) Bisa Sejak Bayi Baru Dilahirkan KEPALA Departemen Kebidanan dan Kandungan RS Awal Bros, Pekanbaru, R Sarmida Christina menjelaskan bahwa pijat bayi ini bukan seperti pijat orang dewasa.

Namun masyarakat kita masih banyak yang belum memahaminya. Mereka beranggapan pijat bayi itu untuk bayi yang sakit, seperti pijat orang dewasa. “Kami sesekali juga menerima telepon dari orangtua yang menanyakan pijat bayi. Katanya, bayinya keseleo, jadi bisa atau tidak dipijit. Itu bukti bahwa masyarakat masih ada yang belum paham,” kata Sarmida.

Pijat bayi sebenarnya lebih memfokuskan hubungan emosional yang baik antara ibu dan anak. Dan pijatannya sebenarnya lebih bisa disebut sebagai usapan atau belaian sayang.

Namun belaian itu menggunakan teknik-teknik tertentu sehingga memberikan manfaat yang baik bagi tubuh si bayi. Kapan pijat bayi bisa dilakukan? Pijat bayi sudah bisa dilakukan sejak bayi berusia nol bulan atau baru saja dilahirkan sampai usia enam bulan.

Menurut Sarmida, teknik pemijatan pertama masih bisa dikenalkan untuk anak usia enam bulan. Setelah usia itu, sudah sulit untuk dibiasakan. Tapi jika bayi sudah terbiasa dipijat sejak dini, biasanya kebiasaan itu akan terbawa hingga anak berusia enam tahun. “Kalau sudah terbiasa, si anak sudah merasakan sentuhan si ibu. Jadi nanti dia bisa minta sendiri ke ibunya. Itu bentuk hubungan emosional yang terjalin,” ujarnya. (ans)

Manfaat Pijat Bayi

* Manfaat untuk Bayi

1. Mengembangkan komunikasi Sentuhan adalah bentuk komunikasi pertama yang Anda miiki dengan bayi. Sentuhan bayi berarti berbicara. Pijat bayi menggambungkan aspek kedekatan yaitu kontak mata, saling tersenyum dan ekspresi wajah yang lain.

2. Mengurangi stres dan tekanan Pijatan dapat menenangkan dan menurunkan produksi hormon adrenalin yang selanjutnya akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Umumnya daya tahan tubuh bayi meningkatkan 30% setelah dipijat 2 kali selama 15 menit.

3. Mengurangi gangguan sakit Memijat juga dapat membantu bayi mengusir gejala kembung, kolik serta membantunya tidur lebih nyenyak. Tak hanya itu, pijatan juga memperlancar sirkulasi udara di perut sehingga membantu mengeluarkan gas yang terjebak di sana.

4. Mengurangi nyeri Pijatan yang lembut membantu tubuh melepaskan oksitosin dan endorfin. Kedua hormon ini dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan yang dirasakan si kecil akibat nyeri tumbuh gigi, hidung tersumbat atau tekanan emosi.

* Manfaat untuk ibu:

1. Meningkatkan Asi Pijatan membuat bayi cepat merasa lapar karena penyerapan makanan lebih baik. Akibatnya bayi lebih sering menyusu. Semakin sering diminta, ASI yang diproduksi semakin banyak.

2. Memahami isyarat bayi Bayi memiliki bahaya isyarat untuk menunjukkan keinginannya, misalnya melalui bahasa mata atau isyarat badan. Pijat bayi yang dilakukan rutin 2 kali sehari membantu orang tua memahami keinginan bayi melalui isyarat yang diberikan.

3. Meningkatkan percaya diri Dengan melakukan pijat bayi, orang tua lebih mengenal bayinya. Pijat bayi mampu mengurangi rasa gelisah soal perawatan anak. Ketenangan ini mampu menguasai keadaan dan membantu orang tua lebih percaya diri untuk merawat si kecil.

4. Memahami kebutuhan si kecil Bayi mengeluarkan bahasa tubuh selama dipijat. Orang tua yang melakukan pijat secara rutin lebih mengenal kondisi fisik bayi. Karena dilakukan berulang-ulang, orang tua lebih paham cara menghadapi bayinya saat gelisah.

Yang tak boleh dilakukan:

* Memijat bayi langsung setelah selesai makan

* Membangunkan bayi khusus untuk dipijat

* Memaksa bayi yang tidak mau dipijat

* Memaksa bayi yang dalam keadaan tidak sehat

* Memaksakan bayi pada posisi tertentu (ans/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s