Serba-serbi

Narsumku yang Spesial

Kali ini saya ingin bebagi pengalaman bersama nara sumber selama mengisi rubrik Rising Star. Eh Friends, jangan bayangin nara sumber saya ini kayak orang dinas ini itu, ato instansi ini itu ya.
Saya ne lebih sering berhadapan dengan nara sumber yang SPESIAL…yakni siswa-siswa dari Playgroup/TK sampe SMA dan mahasiswa-mahasiswa.
Kalo wawancara dengan mahasiswa, tak begitu menantang. Karena seperti sebutannya, MAHAsiswa, berarti mereka kan siswa yang sudah MAHA🙂

Jadi kata-katanya sudah lebih terstruktur (*ada beberapa kasus yg menyimpang dari kesimpulan saya, tapi wajar saja krn ada standar deviasinya). Palagi kalo wawancara dengan aktivis-aktivis. Satu dua pertanyaan, saya sudah bisa dapat berita bersambung untuk dua seri dah…

Ex-Partner Waktu Liputan Anak TKNah, kalo yang diwawancara tuh anak TK ato anak SD yg masih kelas 1 ato 2, bisa kalian bayangkan apa yang kami hadapi?!

Seru deh proses wawancaranya. Palagi kalo anak usia playgroup. Lebih seru lagi karena saya harus pasang RADAR KHUSUS untuk bisa menangkap kata-kata mereka yang terdengar kurang jelas.

Misalnya ni ya…
Tanya: Aya (*bukan nama sebenarnya) dah bisa berdoa atau belum ne?
Jawab: Aya da ica beldoa sblum tiduull. Kalo bis tiduuul, byacanya berldoa ma mama

Itu baru satu contoh pertanyaan. Bayangin aja kalo tiap anak harus diwawancara dengan jawaban bertipe seperti itu. Hihihi…bisa-bisa sama temen sendiri, saya ketularan ngomong kayak gitu.

“Hallo fleeen…pa kabalmu hali ini?? Al you oke?”

Selain itu, ada beberapa tipe jawaban yang saya temui saat wawancara mereka. Padahal posisi saya sudah pasang aksi loh. Duduk di depan si anak sambil pegang notes dan alat tulis kayak bolpen/pena/pensil/spidol.
Diantaranya adalah sbb:


– Anak pendiam
Lebih sering tersenyum sambil memandang ke arah kita, apapun pertanyaannya akan dijawab dengan senyuman. Akan ada reaksi lain kalo guru ato ibunya bantu membimbing. Tapi ada juga yang cuek (*kale aja tuh guru dan ibunya ngerasa anaknya dah kayak seleb yg dah biasa diwawancara wartawan, jadinya dibiarin aja anaknya)

– Anak setengah pendiam-setengah nggak
Biasanya menjawab dengan anggukan ato gelengan kepala (*kita ditantang untuk memiliki kreativitas tinggi dalam merancang pertanyaan, dimana jawabannya cukup dengan gelengan ato anggukan kepala saja)

– Anak aktif
Sudah bisa menjawab dengan beberapa kata (*lumayan enak ne, klo dapat anak seperti ini)

– Anak superaktif
Menjawab dengan gerakan super aktifnya. Misalnya sambil muter-muter kursi (*ada juga yg sambil angkat-angkat kursinya, dipikirnya sekolah tuh Gym kale ya), jungkir balik ampe kepala nongol diantara dua kakinya……dan jawaban dari anak superaktif ini sering kali Padat, Singkat, Jelas, dan Tegas.

Contohnya ne
Tanya: Udah bisa berdoa atau belum ne?
Jawab: UDAH (*suara keras, sambil melakukan gerakan senam kayang)
Tanya: Siapa yang ngajari berdoa?
Jawab: MAMA (*Lagi-lagi suaranya keras, sambil nyemprotin pistol air mainannya)

Nah, ni dia yang biasa saya lakukan kalo wawancara sama anak-anak:
– Tidak pasang waktu yang lama. Lima menit cukup, malahan sebenarnya lebih sering di bawah waktu itu.
– Minta biodata sama gurunya (tanya nama ortunya dan kalo ada minta nomor hapenya, buat dihubungi kalo nanti kurang data di kantor), dan siapin kata-kata yang tidak mencurigakan orang tua. Bisa-bisa ntar kita dikira sales yg mau jualan barang kebutuhan anak-anak. Atau parahnya lagi dikira mau nyulik anak mereka..hiiiiiy…..jangan sampai dah.
– Minta tolong sama gurunya untuk nyuruh si anak praktek sesuatu yg kita inginkan (sesuai topik tulisan), jadi bahan tulisan bisa ditambahin dari pengamatan mata kita
– Sering-sering bermeditasi ato praktek Reiki ajarannya Mas Hary Suryadi. Kalo ndak gitu, hwih…es-mo-si terus bawaannya.
– Dan terakhir, ikutan aja main-main sama mereka. Kalau perlu ikutan bikin kotak susun-susunan ato ikut gerakan-gerakan senam mereka, atau apa aja deh…yg penting bisa menikmati hidup ini seperti anak-anak.

Betapa senangnya bisa seperti mereka. Tetap ceria, bebas tertawa dan menangis, bermain tanpa mikir hidup ini. Ndak perlu mikir deadline tugas ato ngadepin Bos-bos di kantor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s