My Feature

TPS Unik di Pekanbaru

* Warga Banten Nyontreng di Rumah Joglo

BERBAGAI macam cara dilakukan masyarakat kita untuk merayakan pesta demokrasi, terutama dalam pelaksanaan pemilihan presiden tahun 2009 kali

By Theo Rizky
By Theo Rizky

ini di Pekanbaru. Seperti yang di TPS 06 Kelurahan Rintis RW 02 Kecamatan Limapuluh yang dilaksanakan dengan nuansa khas adat Jawa.

Suasana unik tersebut langsung terasa saat memasuki sebuah rumah yang digunakan oleh warga menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06. Alunan gending Jawa mengalun lembut dari pemutarnya yang diletakkan di sudut ruangan. Sementara itu para Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang berpakaian Jawa (Solo) menyambut ramah setiap warga yang akan memilih.

Seperti Vivian, seorang warga yang akan mempergunakan hak pilihnya. “Yang pemilihan legislatif kemaren, saya tidak ikut. Baru yang sekarang ikut, dan melihat gaya unik ini. Bagus juga dan menarik,” ujarnya. Karena keunikan gaya TPS itu juga, Vivian pun penasaran ingin menyontreng di situ.

Warga lain, Yulianto yang siang itu datang bersama istrinya juga menyambut baik usaha panitia untuk menggunakan desain yang berbeda. Ia melihat desain ini lain dari TPS pada umumnya, selain itu juga petugasnya pun ramah-ramah. “Di keluarga, hanya saya yang tidak diberi surat panggilan. Makanya saya nekat datang karena di berita dikatakan bisa menggunakan KTP. Saya sudah mendaftar dan petugasnya ramah-ramah,” kata Yulianto.
Ketua PPS, Heri Pribasuki menyebutkan ide menggunakan gaya Jawa itu muncul sejak pemilihan legislatif yang lalu. Tujuannya untuk memeriahkan pesta demokrasi di negara kita sekaligus menarik perhatian warga untuk datang dan menggunakan hak pilihnya. Dari data yang masuk, ada288 warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut. Akan tetapi karena berbagai alasan, sering kali tidak semua warga ikut memilih. Seperti dalam pemilu legislatif, hanya 60 persen yang ikut. Diharapkan dengan gaya baru ini, antusias warga bisa meningkat.

Meskipun sebelumnya juga menggunakan desain jawa, namun ada beberapa perbedaan dalam segi desain. “Kalau sebelumnya, kami menggunakan hiasan janur kuning. Tapi yang sekarang didesain lebih moderen. Kami menggunakan pita dan balon-balon,” kata Heri.

Sedangkan untuk desain ruangan tak berbeda jauh. TPS 06 tersebut termasuk beruntung karena menggunakan ruangan yang cukup luas dan ada ruang-ruangnya. Ada tiga ruang yang ada namun hanya satu saja yang digunakan, dimana dalam satu ruang terdapat tiga bilik suara.

Dari bentuk bangunannya sudah mengunakan model Joglo (rumah adat Jawa) yang khas dengan ukiran dan kayu-kayu jatinya, sehingga tak menyulitkan untuk menyesuaikan desainnya. Heri tinggal mengeluarkan koleksi pakaian Jawa (lengkap dengan aksesoris blangkon dan keris). “Kebetulan keluarga saya punya koleksi pakaian adat Jawa. Kami punya 10 stel yang biasa dipakai saat ada acara keluarga. Jadi karena di sini ada tujuh orang petugas maka tidak perlu menyewa di tempat lain. Tinggal pakai koleksi saya sendiri,” tutur Heri.

Adapun rumah berbentuk Joglo itu adalah milik Sugimo. Pada dua kali pelaksanaan pemilihan umum ini, ia menawarkan kepada panitia pemilu untuk menggunakan rumah seluas 12×12 meter itu. “Kemarin saya sudah menawarkan rumah saya untuk dipakai dalam pemilu. Dan sekarang juga mereka mau memakai tempat saya ini lagi. Jadi saya rasa bagus karena dari pada pemilunya di tenda-tenda, lebih baik di sini saja,” ungkap Sugimo.

Pria asal Solo ini telah lama menjadi warga di RW 02 Rintis, Kecamatan Limapuluh. Yakni sejak tahun 1971. Namun baru satu tahun yang lalu ia membangun rumah unik tersebut.

Sementara itu di 02 Kelurahan Maharatu, Marpoyan Damai kali ini bebeda dengan pelaksanaan pemilihan legislatif sebelumnya. Jika sebelumnya mereka mengenakan baju seragam pakaian Melayu (Teluk Belanga), kali ini hanya mengenakan seragam batik.

Menurut keterangan salah satu anggota PPS, kali ini mereka sengaja tidak mengenakan seraga Teluk Belanga lagi karena warnanya menunjuk ke satu pasangan calon presiden. “Seragam kami kan warnanya kuning, nanti bisa menunjuk ke satu pasangan, jadi pakai batik saja supaya lebih netral,” ujarnya. Namun apapun bentuk apresiasi warga terhadap pelaksanaan pemilihan presiden kali ini, secara umum pelaksanaan pilpres berjalan dengan tertib dan aman. (ans)

2 thoughts on “TPS Unik di Pekanbaru

    1. Apanya dikirim ne Mas Sera? Info pa’an yak, binun saya mau kirim yang mana soalnya tiap ada info dah saya tulis di sini. Oh iya, fesbuknya apa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s