Informasi

Nyaman Berjalan di Pedestrian Pekanbaru

TUNTUTAN hidup sehat dengan membiasakan diri berjalan kaki tentunya membutuhkan fasilitas yang memadahi. Karena itu, meskipun di tengah kota tetap dibutuhkan sebuah area yang dikhususkan bagi pejalan kaki untuk bisa melakukan aktivitasnya dengan nyaman dan leluasa. Lokasi seperti itulah yang kini bisa dinikmati warga Pekanbaru dengan pelebaran trotoar di sepanjang Jalan Sudirman (depan Mal Pekanbaru) untuk menjadi fasilitas pedestrian atau tempat berjalan kaki.

Seperti terlihat di Sabtu (20/6) siang ketika cuaca Pekanbaru terasa bersahabat. Tidak terik dan tidak mendung meskipun jarum jam menunjukkan pukul 12.30 WIB. Terasa nyaman untuk berjalan kaki di area yang lebih lebar dari pada trotoar pada umumnya. Ditambah lagi tempat duduk yang berbentuk sudut terbuat dari besi dan dihiasi lampu-lampu penerang jalan yang tinggi dan bercorak. Tentunya akan menarik para warga untuk memiliki kebiasaan berjalan kaki.

Suasana itu dirasakan oleh Indah (27) yang kebetulan melintas di area itu. “Rasanya lebih nyaman jalan kaki di sini. Tidak seperti dulu yang semrawut dan penuh sepeda motor di atas sini, sekarang terasa lebih leluasa,” ujarnya.

Begitu juga diungkapkan dua orang mahasiswa Unri yang kebetulan sedang menunggu bus kota dan duduk di salah satu kursi besi. Lea dan Santi mengatakan senang melihat jalur baru ini. “Saya rasa ini bagus, kelihatan lebih cantik dan rapi. Jadi pejalan kaki bisa lebih nyaman. Selain itu ada juga tempat duduk untuk menunggu angkutan yang lewat sehingga tidak capek berdiri terus,” ujar Lea.

Senada dengan temannya, Santi menambahkan perlu adanya fasilitas lain untuk menambah kenyamanan. “Lebih bagus lagi kalau diberi pohon atau bunga-bunga supaya tampak cantik. Sepeda motor yang masih di atas juga dirapikan supaya lebih lapang dan rapi,” imbuh Santi.

Kenyamanan dan keindahan pedestarian di depan area Mal Pekanbaru juga diakui pelaku usaha di sana. Misalnya Arnes, pemilik Dunia Tekstil dan Rumah Mode menyebutkan keberadaan pedestarian memang terlihat indah. “Saya akui pedestarian ini bisa membuat para pejalan kaki jadi nyaman untuk melintas. Rancangan pemerintah ini sudah bagus,” kata Arnes.

Namun ia juga menyampaikan kritikan terhadap keberadaan pedestarian ini. Diantaranya adalah masalah parkiran kendaraan bagi pengunjung. “Dengan adanya pedesterian ini, tempat parkirnya jadi sempit. Makanya pengunjung kami jadi kesulitan untuk meletakkan mobilnya. Saya usul kepada dinas terkait untuk menatar atau memberikan pelajaran pada tukang parkir untuk berlaku tepat,” jelasnya.

Maksudnya adalah para juru parkir ini sepertinya lebih suka jika sepeda motor yang parkir karena bisa muat lebih banyak. Dari pada satu mobil yang parkir, mereka lebih senang menerima sepeda motor karena bisa tertampung sebanyak delapan unit.

Selain masalah perparkiran, Arnes juga mengkritisi adanya pedagang kaki lima yang berjualan di area tersebut. “Menurut saya sih, tidak masalah kalau ada yang berjualan di situ. Tapi usai berjualan, sampahnya juga dibersihkan. Jadi pagi harinya bisa kembali lagi cantik. Saya sering menemui sampah ada di area pedesterian itu di pagi hari, ini kan menunjukkan kurang sadarnya mereka akan kebersihan dan keindahan kota,” tambahnya. (ans)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s