Informasi

Kurangi 500 kg Sampah Pekanbaru (2)

By Theo Rizky
By Theo Rizky

* Mendulang Rejeki dari Sampah

TUMPUKAN sampah plastik bekas kemasan berbagai macam produk seperti minyak goreng, mie instan, detergen, dan lain sebagainya biasanya hanya akan berakhir di tempat pembuangan akhir atau tempat sampah. Akan tetapi setelah melalui proses pengerjaan, sampah-sampah plastik itu bisa berubah bentuk menjadi barang yang lain.

Barang-barang tersebut terlihat unik karena berbeda dengan produk olahan lainnya. Dan yang paling membuatnya lebih menonjol adalah corak-corak produk yang sangat akrab dengan keseharian kita. Bagaimana tidak, produk kerajinan itu berupa hasil olahan dari pembungkus plastik dari produk sehari-hari.

Ada celemek yang terbuat dari plastik pembungkus mie instan. Ada juga dompet plastik yang terbuat dari bekas pembungkus cairan pelembut cucian (Molto) dan juga map dari sampah plastik kemasan produk lainnya. Bahkan ada juga gantungan kunci, sandal, tirai, atau malahan sajadah

Seperti yang dilakukan keluarga Doyok, salah satu keluarga binaan Soffia Seffen SH dari Dalang Production. Di tempat tinggalnya di Jalan Pahlawan Kerja, Pekanbaru, terdapat tiga buah mesin jahit yang tidak bisa dibilang bagus. Dua mesin jahit masih menggunakan tenaga kayuh, sedangkan satu lagi mesin jahit dinamo yang diperolehnya dari bantuan.

Sedangkan di bagian samping rumah yang masih berlantai tanah itu terdapat bermacam-macam benda dari kemasan plastik. Yah, sehari-hari Doyok dan keluarganya mengerjakan barang pesanan daur ulang sampah plastik. Ia merupakan satu di antara keluarga binaan Soffia Seffen.

Doyok berkisah, perkenalan mereka dengan usaha ini adalah sekitar tahun 2006. Namun istrinya baru mengenal menjahit sampah plastik. Barulah pada tahun 2007, mereka mengenal Soffia dan mulai menjadi binaannya.

Tak mudah untuk memulainya, apalagi sebelumnya Doyok adalah tukang bangunan. Namun niatnya yang luar biasa, Doyok bisa bertahan lebih lama jadi pengrajin sampah plastik. “Dulunya istri saya saja, lalu saya mulai belajar menjahit dan mulai mengembangkan desain-desainnya. Sekarang, semuanya ini sudah bikinan saya sendiri di luar kepala, tidak perlu bikin pola lagi,” katanya.

Dari menjahit sampah plastik, Doyok sekeluarga bisa mengantongi penghasilan antara Rp 2 sampai 3 juta dalam sebulan. Dan kini, mereka pun mulai menarik dan mengajari tetangga- tetangga untuk ikut belajar menjahit atau menganyam sampah plastik.

Tak hanya Doyok sekeluarga, selaku penjahit sampah plastik yang bisa mendulang rejeki dari pengolahan sampah. Upik, yang tinggal di daerah Kulim pun mendapat imbas dari pengolahan sampah plastik binaan binaan Pusat Pengelola Lingkungan Hidup (PPLH) di bawah Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Regional Sumatera ini.

Wanita itu adalah satu diantara binaan Soffia Seffen yang khusus mencuci dan memotong sampah-sampah plastik. Dari pekerjaan itu, Upik bisa menerima ongkos sebesar Rp 4.000 per kg sampah plastik yang dibersihkannya.

Tapi jangan mengira membersihkan sampah plastik ini mudah. Upik mengaku membersihkan sampah plastik ini sulit. Bahkan ibu dua anak itu mengaku sering kali berhadapan dengan binatang kecil, selain kotoran yang menempel. “Namanya juga sampah, pastinya kotor sekali dan harus direndam dan dibersihkan satu per satu. Saya juga sering ketemu lipan,” ujarnya.

Prosesnya juga tidak mudah. Semua sampah plastik, baik itu bekas bungkus minyak goreng atau bungkus plastik lainnya, harus direndam dulu dalam deterjen selama beberapa jam. Setelah itu dibersihkkan satu per satu dengan sabun colek. “Kalau tidak begitu, baunya tidak akan hilang. Bisa nempel terus. Apalagi bekas minyak goreng, lebih susah membersihkannya,” tutur Upik.

Meskipun kotor, tapi pekerjaan itu tetap dilakoni untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Tak hanya Doyok dan Upik, melainkan ada 30an keluarga dari kalangan bawah yang berhasil diangkat penghasilannya oleh Soffia Seffen. Namun masih ada ganjalan, yakni kurangnya dukungan dari pemerintah setempat bagi usaha yang mampu mengurangi 500 kg sampah plastik di Kota Pekanbaru dalam satu bulan. (ans)

2 thoughts on “Kurangi 500 kg Sampah Pekanbaru (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s