Serba-serbi

Selamat Hari Waisak 2553

* Peringatan Waisak Bersama di Pekanbaru

Kali ini saya ingin menceritakan sebuah momen baru di Pekanbaru. Pawai atau prosesi Waisak Bersama yang baru pertama kali hadir di Kota Bertuah ini.

KEMERIAHAN perayaan Waisak Bersama tahun 2553 BE (2009) di Pekanbaru kali ini, tak hanya semarak bagi umat beragama Buddha saja.

By Theo Rizky
By Theo Rizky

Ratusan warga kota pun tampak antusias menyaksikan iring-iringan tersebut. Perhatian mereka bagaikan terhipnotis untuk mengarah pada ribuan orang yang pawai sepanjang satu kilometer yang melalu di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (9/5). Warga berdiri di tepian Jalan Jenderal Sudirman yang dilalui pawai Waisak Bersama itu.

Bahkan jembatan penyeberangan yang biasanya sepi, tampak penuh dipadati warga kota yang ingin menyaksikan pawai. Selain itu juga menjadi objek menarik bagi pehobi fotografi maupun kameramen beberapa televisi, termasuk stasiun televisi asal Taiwan, Life TV. Ribuan orang turun ke jalan untuk mengikuti pawai.

By Theo Rizky
By Theo Rizky

Menurut ketua panitia acara, Anirudda Tan, mereka terdiri dari perwakilan vihara di Pekanbaru, para pemuka agama (bikkhu), kelompok kemasyarakatan Buddha. Yakni mereka yang diwadahi oleh MBI (Majelis Budddhayana Indonesia) dan Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia).

Serta tak ketinggalan perwakilan umat Buddha dari manca negara. Seperti dari Malaysia, Singapura, Cina, dan Taiwan. Bermacam-macam ornamen Buddha diikutsertakan seperti bendera, seperangkat piringan persembangan, miniatur stupa, dan miniatur pagoda.

Tak ketinggalan atraksi seperti barongsai dan liong (naga) serta orang-orang berbusana khas oriental ikut serta. Mereka melakukan pawai dengan start dari Jalan Karet (Vihara Tri Ratna) melalui Jalan Juanda dan keluar menuju Jalan Sudirman.

Rombongan melanjutkan rutenya ke arah Pelita Pantai dan memutari Jalan Sudirman ke arah Mal Pekanbaru. Lalu berbelok melintasi Jalan M Yamin dan ke Jalan Ahmad Yani, kemudian kembali lagi ke Jalan Karet. Pawai Waisak Bersama ini baru pertama kali dilaksanakan di Pekanbaru, dengan melibatkan seluruh organisasi Buddha yang ada.

Dua tahun sebelumnya, sebenarnya juga ada pawai, namun hanya dilakukan oleh sebagian kecil jemaat Buddha. Kalau ndak salah dari Vihara Dharmaloka saja. Tapi kali ini dilakukan bersama (gabungan beberapa viraha di Pekanbaru) .

Kata Pak Aniruddha Tan, Ketua Yayasan Cetiya Tri Ratna yang menjadi penyelenggara acara ini menyebutkan untuk persiapan acara, mereka menyediakan 2.000an piringan persembahan. Di dalam piring plastik warna-warni itu terdapat patung Buddha berukuran kecil, dan wadah- wadah kecil. Wadah itu diisi dengan lilin, air dan bunga yang menjadi simbol peringatan Waisak.20090509THEO_Waisak_Prosesi17

“Benda-benda dalam piring itu memiliki simbol masing-masing,” ujar Anirudda. Lilin melambangkan penerangan, air melambangkan kesucian, dan bunga menjadi simbol kehidupan manusia yang tidak kekal (akan mengalami kematian). Waisak merupakan hari Raya Agama Budha terbesar. Hari raya ini memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.

Pertama a kelahiran sebagai Pangeran Siddharta, kedua saat mencapai Penerangan Sempurna dan ketiga menjadi Buddha. Ketiga peristiwa penting ini terjadi pada bulan Purnama di bulan Waisak yang merupakan bulan ke-5 sistem penanggalan pada masa Buddha Gautama. Pada masa ini, Waisak dirayakan oleh umat Buddha di Indonesia saat bulan Purnama di bulan Mei ini.

Akhir kata saya ingin mengucapkan Selamat Hari Waisak 2553

By Theo Rizky
By Theo Rizky

Semoga moment seperti ini bisa menambah khasanah pariwisata di Bumi Lancang Kuning

6 thoughts on “Selamat Hari Waisak 2553

  1. warna-warni baru yang ada di Pekanbaru niii…Sapa tau besok-besok, Jet lee, Jacky Chan, Cho Yun Fat hadir juga…kan bisa minta ajarin kungfu…hhehehe

    hehehe…asyik donk, bisa minta foto bareng😉 ato minta diajarin Kung fu

    Wiek

  2. gak terjadi keributan kan mbak. moga aja tetep terjalin rasa persaudaraan meski berbeda suku bangsa dan agama.

    Jangan sampai terjadi deh…
    Saya yakin masyarakat di Pekanbaru memiliki solidaritas yang tinggi akan keberagaman dan persaudaraan😉

    Wiek

  3. Hhmm….
    Bukannya tidak ikut berapresiasi, namun saya tidak bisa saja mengucapkan selamat…

    Hhm…

    Salam silaturahmi saja dari Bocahbancar…

    Makasih Bocahbancar
    Sukses selalu buat Anda🙂

    Wiek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s