Wisata

Barongsai, Butuh Fisik dan Stamina Prima

Barongsai, sebuah atraksi seni dan olah raga dari daratan Tiongkok ini, pada awal mulanya memiliki makna spiritual yang dalam. Seiring dengan perkembangan masa, atraksi ini pun menjadi sebuah atraksi yang menyedot perhatian pengunjung karena gerakannya yang enerjik dan ekspresif. Karena itu dibutuhkan latihan yang serius untuk bisa menampilkan kesenian yang satu ini.

Picture by Theo Rizky
Picture by Theo Rizky

Barongsai, sebuah atraksi seni dan olah raga dari daratan Tiongkok ini, pada awal mulanya memiliki makna spiritual yang dalam. Seiring dengan perkembangan masa, atraksi ini pun menjadi sebuah atraksi yang menyedot perhatian pengunjung karena gerakannya yang enerjik dan ekspresif. Karena itu dibutuhkan latihan yang serius untuk bisa menampilkan kesenian yang satu ini.

Malam itu, Selasa (20/1) sekitar pukul 19.30 WIB dari kantor Himpunan Tjinta Teman (HTT), Jalan Riau, sayup-sayup terdengar gemuruh suara tambur diiringi suara kenong dan simbal atau yang mereka sebut cing-cing. Malam itu memang sedang ada latihan Barongsai yang dilakukan oleh para anggota Barongsai HTT.

Saat saya dan dua orang kawan memasuki halaman belakang kantor sekretariat mereka, terlihat 20an pemuda berbaris rapi dengan kedua kaki dalam posisi kuda-kuda. Pria-pria muda itu sedang menjalankan latihan pemanasan yang berupa gerakan-gerakan dasar Barongsai.

Apabila sekilas memperhatikan penampilan mereka, usianya berkisar antara belasan hingga duapuluhan tahun. Memang masih muda, karena atraksi seni dan olah raga ini membutuhkan fisik dan stamina yang bagus dari para anggotanya. A Seng, Ketua Tim Barongsai HTT mengungkapkan, atraksi ini memerlukan badan-badan yang sehat karena gerakannya yang enerjik.Picture by Theo Rizky

“Lihat saja gerakan-gerakan yang dilakukan pemain Barongsai. Mereka harus terus bergerak seiring dengan suara tambur dan alat musik lainnya. Meskipun ada dua orang dalam satu Barongsai, namun tetap saja semuanya berat. Yang depan harus sanggup bergerak cepat sambil membawa kepala Barongsai yang minimal beratnya 7 kilogram. Sedangkan yang belakang harus dalam posisi menunduk terus dan sesekali menggendong kawannya,” kata A Seng.

Picture by Theo
Picture by Theo

Dibenarkan oleh Boris, sang pelatih Barongsai HTT. Fisik yang bagus memang sangat dibutuhkan dalam atraksi ini. Bahkan dulu awalnya tidak hanya fisik yang kuat saja melainkan juga harus memiliki kemampuan seni bela diri seperti Kung Fu dan Wushu.

“Tapi itu dulu sih, karena kalau memiliki teknik-teknis dasar Kung Fu atau Wushu maka tidak terlalu sulit untuk mempelajari teknik gerakan Barongsai. Kalau sekarang tidak perlu menguasai ilmu bela diri. Yang penting mau ikut berlatih dengan sungguh-sungguh,” kata Boris.

Setiap anggota juga diharuskan menguasai semua teknik dalam seni Barongsai. “Meskipun mereka terbagi-bagi dalam pementasan, namun semua anggota harus bisa semua teknik-teknik Barongsai. Baik itu gerakan sebagai Barongsai maupun sebagai pemusiknya,” imbuh Boris. Dan untuk mengasah kemampuan anggotanya, Barongsai HTT mengadakan latihan rutin empat kali dalam seminggu. Dan apabila akan ada pertunjukan, mereka akan menambah frekwensi latihannya.

Barongsai HTT itu sendiri merupakan satu diantara kelompok Barongsai yang sudah tua usianya. Berpusat di Padang, kelompok ini sudah berdiri sejak 146 tahun yang lalu. Sedangkan di Pekanbaru, mereka baru berdiri pada tahun 2001.

Pada hari-hari biasa, HTT sering mengisi berbagai kegiatan dari pembukaan suatu usaha, acara di sekolah, hingga ke acara-acara pemerintahan. Namun menjelang Imlek, mereka telah banyak menerima permintaan pementasan.

Menurut A Seng, ada beberapa aliran dalam Barongsai. Namun di HTT mengikuti aliran Barongsai Utara atau yang juga dikenal dengan Faksan atau Futsan. Untuk di Pekanbaru, mereka lah satu-satunya kelompok Barongsai yang menguasai teknik Barongsai Utara. Aliran ini bertema perang dengan iringan musik yang menghentak-hentak. Oleh karena itu gerakan Barongsai-nya pun juga mengikuti irama yang menghentak dan terkesan keras.

Lebih lanjut, A Seng pun bercerita mengenai asal muasal atraksi Barongsai. “Ada banyak versi mengenai sejarah Barongsai ini, namun satu diantaranya yang saya tahu dan pernah baca adalah pengalaman sebuah desa di Cina yang sering didatangi binatang buas,” kisahnya.

Saat itu di masa sebelum Masehi, ada sebuah desa kecil di lereng gunung di Cina. Penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Mereka hidup rukun dan damai sampai tiba musim dingin. Jika musin dingin tiba, muncul binatang buas yang datang dan mengacau.

Binatang yang disebut Niang itu merusak tanaman petani dan bahkan juga memakan manusia. Warga desa selalu dilanda ketakutan setiap musim dingin datang. Dan muncul sebuah ide untuk membuat sebuah binatang tiruan untuk menakut-nakutin Niang,

Setiap menjelang musim dingin, penduduk setempat memainkan binatang tiruan tersebut dengan bola api yang menjadi sasaran dikejar. Tujuannya adalah supaya Niang melihatnya dan takut. Dan akhirnya Niang pun benar-benar takut dan tidak datang lagi ke desa mereka. Konon kabarnya, perayaaan para petani itulah yang akhirnya menjelma menjadi atraksi barongsai yang kita kenal saat ini. (ans)

4 thoughts on “Barongsai, Butuh Fisik dan Stamina Prima

  1. Salam kenal,
    Mas, mau nanya info tempat latihan kungfu di pekanbaru dimana ya?
    Tolong kirim via YM ato email saya ya mas.
    Thanks.

    Salam

  2. ciaaahhhhhh…….
    ada nama g…wakakaka….
    upss…buat firmansyah, ka lo dipekanbaru keknya belum ada yg resmi n menjanjikan.
    tp g ada kenal 1 orang yg sangat berbakat utk kungfu n thai boxing. hub bapak aseng dr story di atas aja. dia akan perkenalkan kepada anda..namanya Tho Song.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s