My Feature

Perlombaan Tembak (HUT TNI di Pekanbaru)

Sorot mata para prajurit TNI dan Polri begitu tajam. Di tangan mereka tergenggam aneka jenis senjata api. Mulai dari revolver merek SNW, senapan M16 hingga senapan serbu 1 (SS1) buatan Pindad, Malang. Tak lama membidik, muntahan peluru pun memecah kesunyian.


Desingan peluru silih berganti terdengar dari pagi hingga siang hari, Kamis (16/10). Sementara di lapangan terlihat sederet pasukan berseragam loreng hijau lengkap dengan senapannya, bersiaga melepaskan tembakan.

Wajah-wajah para serdadu terlihat serius sebelum akhirnya menarik pelatuk senapan. Tatapan lurus ke depan sambil memusatkan perhatian pada sasaran di depan mata. Kemudian terdengar suara “dor” dan melesatlah timah panas itu menuju sasaran tembak.

Lalu mereka merubah posisi untuk kembali lagi membidik sasaran yang jaraknya 100 meter di depan. Ada 10 orang dalam satu regu yang masing-masing orang dilengkapi dengan senapan beserta 10 peluru.

Mereka harus mengenai target sasaran berupa Lesan yang terbuat dari kertas. Lesan ini merupakan lembar penilaian berupa gambar lingkaran 10 tingkat. Setiap lingkaran terdapat angka yang merupakan nilai dari ketepatan sasaran tembak. Semakin ke lingkaran yang kecil atau pusat lingkaran makan poinnya semakin besar.

Hari Kamis (16/10) pagi itu memang sedang dilaksanakan lomba tembak internal antar satuan TNI dan Kepolisian (Brimob). Ada dua jenis lomba yaitu menggunakan senapan panjang dan menggunakan pistol.

Letnan Kolonel Penerbang Jorry S Koloay, Kepala Fasilitas Latihan Lanud Pekanbaru kepada Tribun menjelaskan ada beberapa jenis lomba senjata kali ini. Yaitu lomba tembak perorangan, lomba beregu antar satuan, dan lomba tembak dengan pistol. Sedangkan untuk memeriahkan acara juga dilaksanakan lomba eksekutif yaitu lomba menembak dengan pistol yang diikuti oleh para petinggi angkatan bersenjata dan kepolisian.

Lomba ini diikuti oleh perwakilan satuan-satuan di TNI dan Polri di Pekanbaru dan sekitarnya. Ada 10 satuan yang ikut dalam lomba tembak presisi ini. Dan karena lomba ini juga merupakan bagian dari peringatan HUT TNI ke-63, maka panitianya pun berasal dari tiga kesatuan dengan tuan rumah Lanud Pekanbaru.

Kegiatan lomba ini diikuti oleh kalangan internal di tubuh TNI. Dengan begitu wajar saja kalau lomba tembak menggunakan senjata asli yang jadi pegangan. “Semuanya itu menggunakan senjatan organik satuan TNI dan irimob,” ujar Letkol Penerbang Jorry.

Untuk itulah, pelurunya pun menggunakan peluru sungguhan. Yaitu ada peluru kaliber 9 mm dan kaliber 38 inchi yang biasa digunakan sebagai peluru pistol.

Bedasarkan jenis senjatanya, ada juga perbedaan peserta lomba. Perlombaan tembak menggunakan pistol hanya diperuntukkan bagi tingkat perwira saja. Ada lima jenis pistol yang digunakan untuk berlomba.

Diantaranya adalah G Lock buatan Austria, SNW (revolver) buatan Amerika. Sig Souer buatan Jerman, serta Colt dari Amerika. Tak hanya pistol buatan luar negri saja yang ikut berlaga. Ada juga pistol buatan dalam negri yaitu SP2 produksi dari Pindad (Malang).

Sedangkan untuk senapan bisa diikuti dari tamtama sampai perwira. Ada dua jenis senapan yang digunakan dalam lomba kali ini. Yaitu Senapan M16 buatan Amerika dan senapan serbu 1 (SS1) buatan Pindad, Malang.

Tingkat Keamanan Tinggi
Meskipun kegiatan ini berupa perlombaan, namun tetap dilaksanakan dengan disiplin yang tinggi. Menurut Letnan Kolonel Penerbang Jorry S Koloay, Kepala Fasilitas Latihan Lanud Pekanbaru, tingkat keamanan dalam perlombaan kali ini sangat diperhatikan.

“Kegiatan ini safety-nya tinggi. Mereka menggunakan senjata dan peluru sungguhan, jadi tidak boleh sembarangan diarahkan ke samping,” jelasnya.

Memang kedisiplinan para personil tentara dan polisi tak diragukan lagi. Dari pengamatan Tribun di lokasi lomba tembak, seluruh peserta sungguh-sunggu mengikuti aturan yang berlaku. Seperti di arena lomba tembak dengan pistol.

Setiap peserta lomba selalu ditemani oleh seorang personil safety. Mereka bertugas mengawasi sekaligus memperingatkan jika ada yang melanggar aturan. Senjata di tangan mereka langsung diturunkan begitu ada orang yang melintas di depan.

Tak hanya sampai di situ, setiap kali ada petugas yang mengambil lembar penilaian tembak (Lesan), para peserta lomba langsung meletakkan senjatanya ke meja. Setelah area di depannya benar-benar kosong, barulah mereka mengarahkan ke sasaran.

Sasaran tembak (Lesan) berbeda jarak untuk jenis senjata yang berbeda. Lomba tembak dengan menggunakan pistol, Lesan-nya berjarak 25 meter dari posisi penembak. Sedangkan untuk lomba tembak menggunakan senapan, jaraknya mencapai 100. Jarak tersebut merupakan jarak tandar untuk ajang lomba tembak.

Sementara itu seperti juga ajang lomba tembak pada umumnya, penilaian ditentukan berdasarkan ketepatan sasaran. Semakin mendekat ke tengah (pusat lingkaran) pada Lesan maka nilainya semakin tinggi.

Untuk itu diperlukan persiapan dari setiap peserta lomba. Diantaranya adalah konsentrasi penuh untuk menentukan titik sasarannya. Selain itu juga dibutuhkan ketenangan karena ketenangan ini mendukung konsentrasi. Faktor lainnya lagi yang juga perlu diperhatikan adalah tarikan jemari saat menembak. (ans)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s