Serba-serbi

Pilkada di Lapas Pekanbaru

Tetap Milih Meski tak Kenal
* Pencoblosan di Lapas Pekanbaru

Masyarakat Riau hari Senin (22/9) merayakan pesta demokrasi untuk menentukan pimpinan di masa mendatang. Namun tak hanya warga masyarakat biasa saja loh yang memiliki kebebasan untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2008-2013. Ribuan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Riau pun turut meramaikan pesta demokrasi dengan melakukan pencoblosan di TPS yang berada di dalam komplek lapas. Dan kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk bisa melihat langsung pesta demokrasi di balik jeruji penjara Lapas Pekanbaru.

Suasana lapas Pekanbaru dari luar tak terlihat ada perbedaan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tidak terlalu ramai. Terlihat ada beberapa orang yang menunggu di depan pintu besi lapas. Mereka adalah keluarga (kerabat) napi yang ingin membezuk. Sayang, harapan mereka pupus karena hari itu, lapas tidak melayani bezuk bagi napi.
Hari itu sedang ada pemungutan suara di dalam lapas.
Begitu melewati pintu pertama, bersama seorang teman pria, saya melapork ke penjaga pintu. Kami diminta untuk meninggalkan kartu identitas dan mengenakan Idtamu.
Cuman teman saya saja sih yang mengenakan, soalnya dia kan pria. Kalau saya…nggak masalah. Itu kan lapas pria, jadi gak mungkin lah saya ketuker sama napi hihi…
Kemudian kami masuk melalui pintu jeruji besi. Wah..wah..wah…serem juga penjagaannya. Banyak banget pintunya.
Setibanya di dalam area lapas yang terletak di Kelurahan Bukitraya terlihat ada kesibukan. Dari kejauhan saja sudah terlihat ada pusat keramaian itu. Di dalam komplek lapas itu ternyata sedang dilaksanakan pemungutan suara pilkada Riau.

Ada dua buah TPS yang disiapkan, yaitu TPS 16 dan TPS 17. Di masing-masing TPS terdapat beberapa petugas pemungutan suara yang menunggu kedatangan para penghuni lapas untuk menggunakan hak pilihnya. Sementara di sekitar area TPS dapat terlihat dengan jelas para napi yang berusaha melihat berlangsungnya proses pemilihan tersebut, meskipun dari balik jeruji penjara.

Sesekali terdengar suara riuh dari para narapidana di lapas. Dan sesekali petugas TPS yang sebagian di antaranya adalah karyawan lapas pun turut berteriak dan memanggil napi lain untuk datang. “Ayo bangunkan yang lain untuk ikutan nyoblos,” terdengar suara dari dalam TPS.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10:30 WIB. Proses pemungutan suara di dua TPS itu masih berlangsung. Dari pantauan Tribun di lapangan terlihat beberapa napi secara bergantian mempergunakan hak pilih mereka.

Mereka adalah para napi yang telah terdata sebagai pemilik hak pilih karena tidak semua napi bisa memiliki hak pilih. Misalnya narapidana yang mendapatkan hukuman mati atau hukuman seumur hidup tentu saja tidak memiliki hak pilih. Begitu juga dengan para tahanan karena mereka belum memiliki kejelasan status hukumnya.

Sedangkan sebagian napi yang memiliki hak pilih, tak ingin melewatkan kesempatan itu. Adi contohnya, pria berkepala botak ini sumingrah sambil menunjukkan jari kelingking kanannya ketika ditanya sudah memilih atau belum. “Nih sudah kena (tinta), dikit sih, saya nggak mau kotor,” ujarnya berkelakar. Napi yang satu ini memang terlihat ramah. Senyum tak henti-hentinya merekah di bibirnya.

Ketika ditanya calon mana yang dipilih, Adi malahan tertawa. “Memangnya perlu disebutkan? Siapa yang saya pilih sama saja, nggak ada yang bisa memberikan remisi,” ujarnya sambil bercanda. Sebagai napi karena kasus narkoba, Adi memang tidak mendapatkan remisi. Tapi masa hukumannya tak begitu lama lagi, tinggal tiga bulan lagi.

Memang tidak semua napi yang ikut pilkada ini mengetahui siapa calon-calon yang mereka pilih. Tentu saja, di dalam lapas mereka jarang mengetahui informasi di luar dan kampanye pilkada. “Saya cuman tau yang nomor 2 dan nomor 3, nomor 1 tidak tau itu siapa,” ujar seorang napi.

Wajar saja sih mereka nggak kenal. Gimana mau kenal kalau informasi dari luar saja tidak mereka dapatkan.

Tapi suara mereka tetap akan menentukan pimpinan di Riau mendatang karena ada seribu lebih pemilih yang terdaftar di lapas. Di masing-masing TPS terdata 555 orang napi yang memiliki hak pilih. Namun data ini mengalami perubahan. Di TPS 16 telah ada 81 orang yang bebas, sedangkan di TPS 17 ada 30 orang yang bebas. Dengan begitu jumlah pemilih tentu saja berkurang.

Menurut ketua TPS 16, Abdul Aziz, tidak semua napi menggunakan hak pilihnya. Itu terlihat dari tumpukan surat suara yang masih banyak di meja petugas TPS. Hal yang sama juga terlihat di TPS 17 yang letaknya bersebelahan. Masih terlihat tumpukan kertas suara sekitar 200an.

Tahanan atau narapidana masih mempunyai hak berpolitik dan menyalurkan aspirasinya seperti terlibat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang ini. Bedanya dengan warga negara lainnya adalah mereka kehilangan hak bermasyarakat saja.

Lebih lanjut Rudi Sarjono, ketua TPS 17 yang juga merupakan penjaga di lapas mengatakan sebelum pelaksanaan Pilgub dan Wagub, pihak lapas telah melaksanakan sosialisasi. “Kemarin telah dilakukan sosialisasi pelaksanaan pemilihan. Tapi tentu saja tidak semua yang ikut,” ujarnya. Dengan begitu diharapkan saat pelaksanaannya, proses pemilihan dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Begitu juga dengan persiapan yang lain, seperti penempelan gambar ketiga calon. Sudah sekitar satu minggu foto (gambar) ketiganya ditempelkan di papan pengumuman. Itu dikarenakan di dalam lapas tidak diperbolehkan untuk berkampanye. “Seandainya dilakukan kampanye, bisa-bisa kami yang kewalahan. Gimana seandainya ada pendukung calon yang ribut di dalam sini,” paparnya.

Secara umum pelaksanaan pilkada di dalam lapas berjalan dengan lancar. Penyelenggaraan pemilihan umum di Lapas lebih mudah dilaksanakan. Hal ini dikarenakan pemilihan dilaksanakannya di dalam area tertentu yagn tertutup. Begitu juga dengan jumlah pemilih, telah ada data yang pasti karena orangnya tidak akan pergi kemana-mana, kecuali napi tersebut telah bebas. (ans)

2 thoughts on “Pilkada di Lapas Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s