Wisata

Sumur Gumuling

Sumur Gumuling sebenarnya bukanlah objek wisata tersendiri. Situs ini merupakan bagian dari Komplek Tamansari.

Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan melingkar yang di dalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon dahulu difungsikan sebagai tempat sholat.

Gemuling tuh bahasa Jawa, kira-kira artinya menggelingding atau melingkar. Dinamakan Sumur Gemuling, karena konon ceritanya tempat itu adalah sebuah masjid bawah tanah yang ditengahnya terdapat sumur.

Di bagian atas sumur tersebut terdapat 5 buah tangga yang merupakan simbol dari 5 rukun Islam. Empat buah tangga menghubungkan ke semacam pelataran kecil di tengah. Lalu satu tangga lagi menghubungkan pelataran kecil (luasanya sekitar 1,5 meter) menuju lantai atas.

Kenapa struktur bangunannya seperti itu? Nah gini nih, jaman dahulu belom ada spiker alias alat pengeras suara. Makanya masjidnya dibuat melingkar sehingga saat imam memimpin sholat, suaranya dapat terdengar oleh semua orang. Nah itu dia asal mula nama Sumur Gemuling, yaitu sumur yang dikelilingi oleh bangunan (masjid). Informasi ini biasanya akan mudah didapatkan dari bapak tua yang bertugas menjaga tempat itu.

Saat kami datang, bapak itu juga sedang membersihkan ruangan bagian bawah. Ketika kami keluar, tak lupa memasukkan selembar uang kertas sejumlah Rp**** (Nggak perlu disebut lah ya), seikhlasnya kok, kata si Bapak.

Begitu keluar, seperti juga ketika masuk, kami melalui sebuah lorong gelap. Lorong itu sebenarnya panjang, namun tidak boleh ditelusuri.

eiit...kepleset, gelap sih

Tuh kan, beneran gelap. Hiiiy…ada penampakaaan!!!!!

Waakkss…bukan dink. That’s me in da dark hihi….

Nah kalau kita jalan luruuuuuus aja teruuuuus….konon ceritanya, kita bisa sampai ke Laut Selatan (Pantai Parangtritis).

Asyik kan, ada jalan pintas ke pantai hehehe… Tapi neh, katanya sih nggak ada yang selamat dalam keadaan hidup-hidup.

Wah, batal deh niat mo nekat menyusurinya.

Abis ceritanya susah dinalar. Pa lagi kami juga gak bawa bekal, jadi takut juga sih. Kali ajah yang nggak selamat tuh karena mereka nggak bawa bekal juga kali yah?! Kan jauuuuh tuh kalau jalan kaki dari komplek Tamansari ke Parangtritis.

Do u wanna try???

6 thoughts on “Sumur Gumuling

  1. aku juga jadi teringat sma rame-rame ngepost di djodgja (bulaksumur), terus dengan motor lanjut ke pantai baron . pantai kukup .. jalannya lebarnya cuma 1.5 meter….

    —=====—
    Wah, kapan tuh. Kok nggak ngajak saya sih😀
    Kapan ke Jogja lagi, mampir ya mas

    Wiek

  2. Trus waktu tanya ke bapak guidenya..
    “pak jalan ke pantai selatan yg mana yah?”
    “oh gak ada ituu.. naik mobil ajah yang ada”

    terkesan menyembunyikan😦
    penasaran padahallllll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s