Teknologi

Demam NSP

DEMAM nada sambung pribadi atau juga dikenal dengan istilah NSP telah melanda berbagai kalangan masyarakat. Tak terkecuali di kota Pekanbaru. Yosefien Kenyawati, Supervisor Service Operation PT Telkomsel, Pekanbaru kepada Tribun mengakui adanya fenomena pemakaian nada sambung di kalangan pengguna telepon seluler (ponsel).

Dulu mungkin kita akan mendengar nada tunggu berupa suata tut…tut…tut… yang panjang apabila melakukan panggilan ke suatu nomor ponsel. Nadanya pun standar dan hampir bisa dipastikan sama saja untuk semua telepon.

Namun seiring perkembangan teknologi dan usaha operator untuk memberikan fitur bagi pelanggannya, muncullah fasilitas nada sambung pribadi atau yang juga disebut ring back tones. Nada sambung bisa berupa potongan lagu favorit. Bisanya diambil bagian refren-nya. Bisa juga berupa irama tertentu yang banyak disukai ornag.

Dengan nada sambung, kini suara tunggu yang standar dapat dirubah menjadi suara yang diinginkan. Dengan begitu, si penelpon akan dapat merasakan nuansa lain ketika menelpon kita.

Penggunaan nada sambung itu pun tak terbatas pada golongan tertentu. Melainkan sudah menjarah ke berbagai kelompok pelanggan. “Anak-anak SD pun sekarang sudah banyak yang pakai nada sambung,” ujar wanita berambut pendek itu.

Namun tak dipungkiri bahwa peminat nada sambung adalah pelanggan diusia muda. Dari remaja hingga orang dewasa yang masih di usia produktif. Dan banyaknya pelanggan seluler yang berminat dengan nada dering, tentunya menjadi pemicu bagi para provider untuk memberikan layanan terbaik mereka.

Seperti yang juga dilakukan oleh Telkomsel. Mereka bekerja sama dengan pihak musik untuk menyediakan berbagai macam lagu-lagu terbaru yang digemari. Dari situ jugalah, akhirnya bisa muncul tangga nada untuk nada dering.

Lagu yang tersedia pun bermacam-macam. Tersedia berbagai jenis aliran musik yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing orang. Tapi jenis lagu yang digemari bisa dilihat dari momen yang sedang berlangsung.

Yossy mencontohkan pada beberapa waktu yang lalu. Pada bulan puasa menjelang Lebaran, lagu- lagu yang sifatnya religius sangat digemari. Bahkan pelanggan nada dering bernafaskan religi meningkat tajam.

Hal itu jugalah yang menyebabkan adanya gangguan di sistem download nada dering. “Ada beberapa orang yang mengalami kesulitan download lagu,” ucap ibu satu anak itu. Itu terjadi karena sistem mengalami gangguan akibat banyaknya permintaan. Namun pihak operator selalu membuka diri dan membantu kesulitan pelanggannya, termasuk dalam proses download nada sambung.

Lalu bagaimana dengan cara download? Ternyata, menggunakan nada sambung tidak memerlukan cara yang rumit. Yang penting memiliki pulsa yang cukup karena biaya download nada sambung akan dipotong langsung dari pulsa. Ada beberapa cara, namun yang paling sering dilakukan adalah menggunakan metode kirim SMS. (ans)

One thought on “Demam NSP

  1. weh, tp percuma klo pasang ring back tone klo kagak ada yang telpon..
    seperti diriku ini hihihihi nasib ya nasib, temen2 kok paling banter cuman sms doank..
    ortu juga kagak pernah telp lagi lha wong dah balik kampung halaman dakunya..
    pa lagi lelakih-ku, weeh ben dino ketemu nganti bosyeeen..hihihi ;))

    —–===—–
    Wedew….kok sak’ne men
    Hihi..aku telpon aja pie Sis?

    Wiek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s