Kesehatan

Minuman Berkarbonasi

Boleh Asal tak Berlebihan

Minuman Bersoda

Minuman bersoda atau berkarbonasi tentunya bukanlah istilah yang asing di telinga kita. Ciri khas dari minuman ini adalah adanya gelembung-gelembung yang memberi kesan segar. Dan ketika diminum, pelepasan gas atau gelembung itu seakan-akan menggigit di lidah.

Namun apa sebenarnya miuman bersoda tersebut?

Sebenarnya minuman itu seperti minuman pada umumnya, yaitu memiliki komposisi air yang tinggi. Komposisi minuman ringan (soft drink) sangat sederhana.

Biasanya minuman itu terdiri dari 90 persen air dan sisanya adalah kombinasi dari berbagai bahan. Misalnya pemanis buatan, gas CO2, pencita rasa, pewarna, asam fosfat, kafein, dan beberapa mineral, terutama aluminium.

Fungsi minuman ringan itu tidak berbeda jauh dengan minuman yang lain. Yaitu sebagai minuman untuk melepaskan dahaga. Sedangkan dari segi harga, ternyata minuman ini relatif lebih mahal dibanding minuman lainnya (non karbonasi).

Hal itu tentunya disebabkan teknologi proses yang digunakan dan kemasan yang khas, yaitu dalam kemasan kaleng ataupun botol. Dari situlah muncul anggapan konsumsi minuman ringan dapat memberi prestise tertentu.

LALU apakah kita tidak boleh mengkonsumsi minuman ringan? Kasub Dinas Kesehatan Riau, Burhanudin Agung, menjelaskan konsumsi minuman hasil olahan pabrikasi boleh dilakukan.

Berbagai minuman ringan banyak dan mudah didapatkan di sekitar kita. Siapa sih yang tidak kenal dengan Pepsi, Coca Cola, atau Fanta? Dan kosumennya pun bermacam-macam, dari anak- anak, remaja, hingga orang tua.

Menurut Pak Bur, minuman jenis soda maupun minuman kesegaran yang lain relatif aman dikonsumsi. “Tapi mengkonsumsinya dalam batas yang normal,” ujarnya. Adanya kandungan mineral di dalamnya pun dinilai aman untuk konsumsi publik.

Lebih lanjut diungkapkannya, setiap produsen yang memproduksi minuman tersebut harus memiliki sertifikat COA (Certificate of Analysis) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). Selain itu dalam industri pengolahan itu juga dilakukan pengawasan bertingkat.

Ada tiga pengawasan berlapis,” ujar Pak Bur. Pengawasan pertama dari sisi produsen yaitu internal. Yang kedua adalah pengawasan dari masyarakat. Misalnya jika masyarakat ragu, sebaiknya tidak usah dikonsumsi karena lama-kelamaan produsen akan berhenti memproduksi.

Pengawasan yang terakhir adalah dari pihak pemerintah. Misalnya dari Badan POM, dinas kesehatan, dan instansi lain yang terkait. Oleh karena itu, idealnya jika produk sudah turun ke pasaran, sudah aman untuk dikonsumsi.

Terutama untuk produk minuman ringan, sifatnya hanya sebagai minuman penyegar. Adanya bahan-bahan tambahan (aditif) di dalamnya pun harus memperhatikan batas-batas yang dianjurkan.

Namun Pak Bur, sapaan akrbanya mengingatkan juga untuk berhati-hati bagi orang yang memiliki kasus tertentu. Misalnya memiliki gangguan lambung atau penyakit lainnya, tentu ada aturan yang harus diikuti.

Penjelasan yang diberikannya itu lebih diberlakukan untuk orang-orang dalam kondisi normal (sehat). Tapi itupun tetap kembali ke kondisi tubuh maisng-masing. “Setiap orang memiliki daya tahan yang berbeda-beda,” ujarnya. Misalnya konsumsi minuman ringan satu kali dalam sehari mungkin tidak menjadi masalah bagi satu orang. Tapi untuk orang lain bisa saja menimbulkan masalah.

Bicara mengenai dampak negatif yang sering diperdebatkan dan dipertanyakan di mayarakat, Pak Bur memberikan pendapatnya. Pada dasarnya produk itu sudah aman untuk dikonsumsi. Dari sisi kesehatan pun juga sebenarnya tidak mengganggu. Namun sampai seberapa kontrol dalam mengkonsumsinya tentu kembali ke orangnya masing-masing.

“Jangankan minuman ringan, minum air putih saja bisa berdampak tidak bagus jika berlebihan,” terangnya.

Yang menjadi catatan kecil adalah konsumsi bagi anak-anak. Kondisi tubuh anak-anak cukup rawan dengan penurunan daya tahan tubuh. Sebaiknya konsumsi minuman ringan untuk anak- anak jangan dibiasakan terlalu sering. (ans)

One thought on “Minuman Berkarbonasi

  1. uda bgus blognx.. 1 ibu jari wat anda., tp lbi 2 ibu jari jika anda memasukkan dpk negatifnx jika kosumsi minuman brkarbonnasi brlebihan… mkci ats.. infonx.. see u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s