Kesehatan

Zat Aditif…boleh dan tak boleh

Boleh Saja Digunakan

TEKNOLOGI pengolahan pangan dewasa ini banyak yang menggunakan bahan tambahan (zat aditif) untuk makanan. Diantaranya adalah bahan pengawet, pewarna, pemanis, antioksidan, pengikat logam, pemutih, pengental, emulsifier, buffer (asam, alkali), zat gizi, flavoring agent dan lain-lain. Drg Burhanudding Agung, Kepala Sub Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengungkapkan bahwa penggunaan bahan itu boleh saja dilakukan. Asalkan sesuai aturan yang berlaku dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

Produsen makanan saat ini biasa menggunakan bahan tambahan dalam proses pengolahan makanan. Dan tak dipungkiri lagi bahwa penggunaan bahan itu memberikan keuntungan bagi industri pangan.

Hal tersebut tentu saja terkait dengan karakter bahan pangan yang pada umumnya memiliki karakter mudah rusak (tidak tahan lama). Oleh karenanya perlu proses pengolahan untuk mengawetkan produk makanan.

Begitu juga untuk mengantisipasi sifat musiman yang juga merupakan ciri bahan pangan. Bayangkan saja ketika musim panen, jumlah bahan meningkat sedangkan pada saat musim paceklik, stok menurun drastis. Di situlah pentingnya proses pengolahan lanjutan terhadap bahan pangan. Dengan begitu kebutuhan akan produk makanan masih dapat ditanggulangi.

Dalam proses itulah, biasanya produsen menambahkan bahan tambahan untuk tujuan tertentu. Hanya saja harus memperhatikan takaran yang sesuai aturan yang berlaku. Misalnya saja penggunaan bahan pemanis tambahan.

Zat pemanis buatan yang biasanya digunakan antara lain adalah sakarin, siklamat, dan aspartam. Dan zat itu boleh-boleh saja digunakan, asalkan jumlahnya tidak melebihi batas. “Setiap zat aditif dalam pangan memiliki standar jumlah pemakaian,” jelas Burhanuddin Agung.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa produsen makanan seharusnya memiliki sistem kontrol yang berlapis. Di antaranya adalah dari perusahaan itu sendiri, dari pemerintah, dan kontrol dari masyarakat. Sehingga diharapkan produk hasil olahan yang dilempar ke pasaran adalah yang benar-benar aman bagi masyarakat.

Dikatakan juga bahwa masyarakat juga merupakan kotnrol bagi suatu produk pangan. Sehingga jika ada kejanggalan, jangan segan untuk melaporkannya. Dan sebaiknya konsumen cerdas untuk memilih produk yang ingin mereka konsumsi. Seperti misalnya memperhatikan label kemasan dan izin produksi. Dari label dapat terlihat komposisi yang terdapat di dalam suatu produk. (ans)

Ikan
Ikan Berformalin Dijauhi Lalat

PENGGUNAAN bahan tambahan makanan banyak digunakan oleh para produsen untuk memberikan daya tarik tersendiri bagi produk pangan. Namun tak semua bahan tambahan (aditif) tersebut aman bagi tubuh.
Diperlukan kejelian dari konsumen untuk memperhatikan produk-produk makanan manakah yang benar-benar aman dikonsumsi. Bahkan ada beberapa bahan tambahan makanan yang dilarang untuk dimasukkan pada proses pengolahan pangan. Diantaranya adalah formalin, boraks, pewarna kuning (metanil), dan pewarna merah (rodamin B).
Berikut ini beberapa ciri-ciri bahan makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut:
Formalin
Pada umumnya formalin digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan produk makanan. Di pasaran, produsen yang tak bertanggung jawab memberikan formalin pada ikan asin, ikan basah, tahu, mie basah, dan juga ayam.
Ciri produk makanan berformalin diantaranya adalah warnanya bersih atau cerah. Meskipun sudah lama disimpan, produk itu tidak akan cepat busuk (lebih awet).
Formalin pada ikan asin menyebabkan ikan asin tidak berbau khas ikan asin dan struktur tubuhnya tidak mudah hancur. Selain itu juga tidak dihingapi lalat meski diletakkan di tempat terbuka.
Sedangkan pada mie basah, tahu, dan ikan basah, formalin menimbulkan aroma menyengat karena pengaruh formalin pada bahan makanan tersebut.
Boraks
Borak merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetraborat. Bisa didapatkan dalam bentuk padat atau cair (natrium hidroksida atau asam borat). Bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan deterjen ini dilarang untuk tambahan bahan pangan.
Deteksi borak pada makanan hanya bisa dilakukan dengan tes laboratorium. Namun sebagai panduan umum, makanan yang mengandung borak memiliki ciri-ciri khusus. Pada mie basah, teksturnya akan kenyal, tidak lengket, dan warnanya mengkilat. Pada baso, teksturnya sangat kenyal dan warnanya cenderung keputihan (daging biasa warnanya akan kecoklatan). Begitu juga pada jajanan pasar lain, teksturnya kenyal dan rasanya tajam seperti terlampau gurih, membuat lidah bergetar, dan memberi rasa getir. Sedangkan pada kerupuk akan memberikan tekstur yang sangat renyat namun rasanya getir.
Metanil
Metanil biasanya digunakan sebagai pewarna sintetik untuk bahan tekstil. Pada produk makanan, ada juga yang memberikannya sebagai pewarna kuning. Deteksi kuning metanil sebenarnya hanya bisa dilakukan dengan uji laboratorium. Namun secara umum bisa diketahui dengan melihat tampilan warna kuningnya.
Makanan yang menggunakan pewarna kunng metanil akan berwarna kuning mencolok dan cenderung berpendar. Jika diperhatikan baik-baik, akan terlihat banyak titik-titik warna karena tidak homogen (misalnya pada kerupuk).
Rodamin B
Rodamin B adalah zat pewarna (merah) yang biasa digunakan untuk kertas atau tekstil. Namun masih ada saja produsen yang menggunakannya sebagai pewarna untuk obat, makanan, dan kosmetik meskipun sudah ada larangannya. Tak berbeda jauh dengan metanil, penggunaan rodamin juga memberi ciri khas warna mencolok (pink) namun berpendar. (ans/bbs)

10 thoughts on “Zat Aditif…boleh dan tak boleh

  1. kak, bentar lagi aku mo magang di tribun. ntar ajari aku nulis yah… tengkyu ^_^

    —–===—–
    Yup….
    Tapi masih banyak pakar lain di Tribun kok Non. Welcome to the jungleeee…. halah

    Wiek

  2. Buat yang nanya informasi lebih lengkap tentang Rodamin atau formalin, saya gak punya daftar lengkapnya.
    Informasi itu saya dapat dari petugas di Dinas Kesehatan. Kalau memang benar-benar membutuhkannya, coba saja hubungi atau tanya ke dinas kesehatan setempat. Mudah-mudahan mereka bisa membantu

    Sekian yang bisa saya beritahukan. Makasih semuaaaaa……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s