Griya

Hadirkan Kebun di Tempat Tinggal

* Mendekat ke Alam

Pekanbaru, Tribun – Memasuki hunian milik dr Zaimi Zet yang terletak di Jl Thamrin, Pekanbaru langsung terasa suasana asri bagaikan di tengah kebun. Keasrian tempat tinggal itu sudah bisa dilihat begitu memasuki komplek rumah itu. Di bagian depan rumah terdapat taman kecil berisi macam-macam tanaman hias dan bagian tanahnya tertutup rumput Manila sehingga menyempurnakan kesan hijau dan asri.
Sedangkan di bagian teras rumah tampak beberapa karyawannya sedang bekerja untuk membuat kolam renang. Menurut Lidya Zaimi, istrinya, minggu depan mungkin kolam depan rumah itu sudah jadi.
Dokter spesialis anak tersebut lalu mengajak berjalan-jalan untuk melihat beraneka jenis tanaman di pekarangan sekitar rumah tinggalnya. Masuk melalui garasi mobil, kami menuju ke bagian samping kiri. Lalu berjalan melalui suatu jalan setapak dengan atap dari seng. Dari situ langsung dapat dilihat beraneka tanaman dan koleksi binatang piaraannya.
Menjalani kehidupan di jaman yang semakin mengarah kepada kemajuan jaman ini, terkadang membuat orang melupakan keseimbangan antara kehidupan dan alam. Namun itu tidak terjadi pada pasangan Zaimi Zet dna istrinya. Mereka tetap berusaha mendekatkan diri ke alam dengan menghadirkan kebun di sekitar hunian mereka.
Menurut arsitek, Nirwono Jogo dikutip dari kcm, arsitektur yang ramah lingkungan akan selalu berusaha menyatukan antara bangunan dengan lingkungannya. Misalnya seperti rumah kebun atau rumah berarsitektur organik.
Lebih lanjut dijelaskan, rumah sehat idealnya memiliki komposisi koefisien dasar bangunan (KDB) 60 persen dan koefisien hijau (KDH) 40 persen. KDH yang berupa taman sangat diperlukan dalam suatu hunian mengingat pentingnya fungsi paru-paru rumah dan tempat resapan air.
Di masyarakat perkotaan, seringkali terjadi penyempitan lahan KDH karena keterbatasan lahan untuk tempat tinggal. Padahal memiliki area KDH juga berarti memiliki lahan untuk melakukan terapi fisik dan psikis yang paling ampuh dan murah.
Seperti diakui dr Zaimi Zet, adanya tanaman di sekitar tempat tinggal adalah suatu keharusan. Baginya, tanaman dan binatang piaraan adalah penyeimbang terhadap rutinitas yang padat sehari- hari. Apalagi ia mengakui kalau menyukai kegiatan berkebun sejak masih kecil.
Dengan alasan itu, sekitar tahun 1990 ketika memutuskan untuk memiliki rumah di sekitar daerah Sail, Pekanbaru, ia pun memutuskan untuk menjadikan tempat tinggalnya sebagai sarana untuk mendekatkan diri ke alam dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah.
Pemanfaatan lahan pun kalau bisa jangan hanya tanaman bunga atau hias. “Seharusnya juga menanam tanaman yang produktif sehingga bisa digunakan,” kata dokter yang hobi memancing ini. Misalnya saja seperti menanam tanaman bumbu-bumbuan di dekat bagian daput. Di dekat bagian dapur, ia memiliki beberapa maca tanaman dapur seperti jahe dan cabai.
Bukan hanya jenis tanaman saja yang dimilikinya. Dr Zaimi Zet juga memiliki beberapa koleksi burung dan ikan piaraan. Ia membuat kandang besar untuk burung-burung piaraanya dan setidaknya ada empat aquarium untuk menampung ikan-ikannya. (ans)
Masukkan unsur Alam, Mengeluarkan Fungsi Ruangan

KEHADIRAN taman di sekeliling rumah bisa menghadirkan “dunia baru” dalam hidup pemiliknya (penghuni rumah). Taman bisa menjelma sebagai pelarian dari kejenuhan rutinitas sehari-hari, seperti yang dirasakan dr Zaimi Zet sekeluarga ketika Tribun berkunjung.

Taman bisa menjadi tempat untuk bersantai atau berakhir pekan dengan cara yang lebih mudah dan hemat, dari pada mencari tempat wisata alam di luar. Apalagi di Pekanbaru, tempat seperti itu jauh dari kota.
Untuk mendekatkan diri dengan alam, terkadang pemilik rumah mengkolaborasikan fungsi- fungsi ruangan dengan alam. Misalnya fungsi-fungsi ruangan dalam rumah ditarik ke luar. Di hunian dr Zaimi terlihat adanya satu set meja kursi di teras samping, menghadap ke taman.
Selain itu juga terdapat meja kursi yang diletakkan dalam gazebo di dekat kolam renang. Fungsinya tentu saja untuk menghabiskan waktu santai.
Selain itu, ada juga yang memasukkan unsur alam ke dalam rumah. Misalnya dengan adanya aquarium besar di dalam ruangan rumah. Ada dua aquarium di dalam rumah yang berisi ikan arwana. Satu lagi berisi ikan Mas Koi. Dan tidak lama lagi, akan ditambah dengan kolam ikan di bagian depan, dekat teras rumah.
Bukan hanya di lantai satu, kehadiran unsur alam pun dilakukan di lantai dua. “Di atas digunakan untuk koleksi tanaman istrinya,” ujar Zaimi. Ada beberapa tabulampot (tanaman buah dalam pot) di lantai dua. Ada Srikaya, Mangga, Jambu , dan Delima.
Namun yang paling banyak adalah jenis tanaman mangga. Lidya Zaimi lah yang mengkoleksi pohon mangga berbagai jenis. “Ia memang suka jenis mangga-manggaan,” ungkap Zaimi. Tabulampot itu diletakkan di tempat yang agak luas di lantai dua. Di atasnya diberi jaring-jaring penahan sinar matahari.
Terlihat sekali bahwa keluarga ini memperlakukan tanaman dengan baik dan sudah mengaturnya dengan cermat. Di antara pot-pot yang terbuat dari drum, terdapat selang air yang menghubungkan tiap pot dengan bak penampung air. Selang-selang itu berguna untuk mendistribusikan air ke tanaman. “Saya memberi air dengan sistem tetes,” jelas Zaimi.
Bukan hanya itu saja. Kehadiran unsur alam juga tampak dari tepi-tepi pagar di lantai dua, dekat koleksi tabulampot. Ada sejenis pot yang menyatu dengan pagar yang ditumbuhi tanaman kertas (bougenville).
Hadirnya unsur-unsur alam di dalam rumah dan keluarnya fungsi-fungsi rumah ke luar ruangan di hunian Zaimi, memperlihatkan keserasian tempat tinggal dengan alam bisa menciptakan dunia baru bagi penghuninya.
Untuk tema taman cukup flesibel dan bervariasi. Gaya taman bisa disesuaikan dengan arsitektur bangunan rumah, yang disesuaikan dengan jenis tanamannya. Misalnya taman tropis diisi dengan tanaman warna-warni dan taman aromatik diisi dengan tanaman berbau harum.
Selain itu juga bisa menggunakan konsep taman apotek hidup dengan menghadirkan aneka tanaman berkhasiat obat atau taman rempah dengan tanaman yang memenuhi kebutuhan memasak. (ans)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s