Griya

Metamorfosis Foyer dan Ruang Tamu

Pekanbaru, Tribun – Rumah memiliki fungsi sebagai tempat untuk tempat tinggal dan berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Namun Rani Izzul Makarini kepada Tribun, Minggu (15/7) mengatakan bahwa rumah pun bisa memiliki fungsi lain, yaitu sebagai tempat untuk menjalankan usaha.

Begitu memasuki rumah tinggalnya yang terletak di Jl Hang Tuah No 70B, Pekanbaru, melalui pintu besar yang terbuat dari bahan kayu, kita langsung dapat melihat bagian foyer rumah yang berbeda dengan foyer rumah biasa.

Satu gantungan baju kira-kira panjangnya satu setengah meter menyambut di satu dinding foyer. Di situ tergantung baju dengan beraneka macam motif batik. “Koleksinya khusus batik dari Pekalongan dan Tabir Riau,” ujar istri Ir H Arfan Awaloeddin MARS ini.

Wanita berjilbab itu kemudian bercerita mengenai metamorfosa yang terjadi pada bagian depan tempat tinggalnya tersebut. Sebelumnya, ada satu meja kecil dengan vas yang selalu diisi dengan bunga segar. Di bagian atasnya, lukisan bunga warna merah menempel di dinding, sehingga bisa dilihat ketika pintu dibuka.

Untuk pintu, Rani mengakui kalau tidak menyukai penggunaan pintu besi. Makanya ia memilih menggunakan pintu kayu. Sedangkan bahannya, Rani lebih menyukai kayu jati dengan grade yang bagus, untuk furniture rumah.

Furniture berbahan kayu jari itu jugalah yang bisa terlihat di bagian dalam rumah keluarga dengan tiga anak ini. Beberapa perabotan di dalam rumah itu memang menggunakan bahan kayu jati.

Sedangkan untuk ruang tamu, juga terjadi perubahan fungsi. Sebelumnya, ruang tamu berukuran tiga kali lima meter itu dilengkapi dengan satu set meja kursi sofa dari kayu ukir Jepara. Seperti layaknya ruang tamu pada umumnya, fungsi ruang tamu Rani juga menjadi tempat untuk menyambut tamu yang datang ke rumah.

Diantara ruang tamu dan ruang tengah, terletak satu lemari besar sebagai tempat memajang koleksi kristal sekaligus pembatas ruangan. “Jadi dulunya seperti ruang tamu dan foyer biasa,” ujar wanita asal Jawa ini.

Namun hasil obrolan dengan suami dengan mempertimbangkan ketertarikan Rani dalam usaha batik, mereka sepakat menjadikan ruang tamu itu menjadi ruang untuk usaha. Selain bisa menjalankan bisnis, Rani juga masih bisa menjalankan fungsi sebagai ibu rumah tangga.

Di ruang tamu itu tidak lagi berisi seperangkat meja kursi. Yang bisa dilihat adalah adanya dua kursi kayu jati berbentuk ruji-ruji terletak di satu sisi ruangan. Sedangkan di bagian tengah ruangan, terbentang karpet yang lebarnya kira-kira satu setengah kali tiga meter.

Rani sengaja meletakkan karpet di situ engan mempertimbangkan kenyamanan pengunjungnya. “Kalau melihat kain batik, biasanya kan dibentangkan,” ujar wanita cantik ini. Apalagi jika dilakukan sambil duduk-dudk di karpet, suasana bisa lebih santai. Bahkan seringkali ia menyuguhkan minuman dan makanan kecil di karpet dan duduk bersama tamu-tamunya.

Jika kita menghadap ke kiri, setelah memasuki ruang tamu, dapat dilihat dua gantungan kain di dinding. Gantungannya terbuat dari kayu dengan ukiran bentuk bunga di kedua ujunganya. Gantungan memanjang itu diletakkan berurutan atas dan bawah. Beberapa kain batik tergantung di sana. Menurut Rani, kain itu khusus berbahan sutera dengan motif batik Tabir Riau dengan warna-warna cerah yang khas.

Di bawahnya terdapat meja kecil dengan hiasan keranjang berisi kerajianan handymade. Di sebelahnya diletakkan satu kotak dari jalinan rotan, yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan stok barang.

Sedikit berjalan ke arah dalam ruangan, akan terlihat cermin berukuran besar menempel di dinding. Rani sengaja meletakkan kaca untuk bercermin pengunjung yang ingin mencoba kain batiknya.

Ini juga merupakan keuntungan memiliki usaha di rumah, tidak diperlukan investasi yang terlalu besar. Rani bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah dimiliki sebelumnya. “Itu kaca dari kamar atas,” ujarnya sambil tersenyum.

Sedangkan di bagian sisi yang lain, terletak empat rak kayu berjajar. Memang rak-rak tersebut terbuat dari kayu jati, tapi Rani sengaja memilih kayu yang grade biasa. Kalau untuk memajang barang dagangan kan tidak perlu memilih yang bagus kualitasnya.

Rak-rak tersebut terisi dengan beraneka ragam kain batik koleksi Griya Batik Rani. Kebanyakan barang di butik tersebut berupa bahan kain. Kain-kain tersebut dilipat dan disusun dengan rapi. (ans)

Bisa Dikembalikan ke Fungsi Semula

ANTARA ruang tamu dan ruang tengah, diletakkan lemari pembatas yang terdapat rak pemajang di sisi kanan dan kirinya. Lemari itu bisa berubah fungsi pada kondisi tertentu.

Sebelumnya, lemari itu digunakan untuk memajang koleksi kristal milik Rani. Setelah merubah fungsi ruang tamu, fugnsi lemari pun ikut berubah. Ia menambahkan kayu melintang di dalam tempat pajangan sehingga kain-kain batik bisa diletakkan di situ.

Tapi jika lebaran, fungsi lemari bisa kembali lagi seperti sedia kala. Batik-batik itu bisa dikeluarkan kemudian diisi kembali dengan hiasan kristalnya. Menurut Rani, bukan hanya lemari, ruang tamu dan bagian foyer pun bisa kembali lagi fungsinya untuk saat-saat tertentu.

Kemudian seperangkat meja kursi disusun kembali sehingga bisa digunakan sebagai ruang tamu. Ini keuntungan lain memiliki usaha di dalam rumah, fungsi ruangan bisa lebih fleksibel fungsinya.

Awalnya, ia dan suaminya merasa bahwa ruang tamu itu kurang begitu berfungsi. Waktu itu mereka masih awal tinggal di Pekanbaru. Belum banyak tamu yang datang ke rumah. Seandainya ada yang datang, kebanyakan adalah orang-orang dekat sehingga tidak ditemui di ruang tamu.

Mereka lebih sering menggunakan ruang tengah (keluarga). Dengan pertimbangan itu juga lah, akhirnya Rani memberanikan diri merombak ruang tamunya untuk ruang usaha.
Meski fugnsi bagian ruamh sudah berubah, tapi Rani tetap menjaga batas antara kepentingan keluarga dan usaha. Itu sebabnya di letakkan satu tirai di bagian tengah lemari pembatas ruangan. Ketika itu tirai diikiat sehingga ruang tengah bisa dilihat dari luar.

Namun Rani kadang menutup tirai tersebut. Itu dilakukan jika ia merasa tamu atau pengunjung butiknya memang dirasa tidak boleh melihat bagian dalam ruamhnya. “Ini bisa menjadi pembatas antara keluarga dan usaha,” ujar aktifis Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Pekanbaru ini.

Jadi meskipun menjalankan usaha di rumah, tetap diperlukan sikap yang profesional dalam menjalankan usaha. Ini penting bagi wanita (ibu-ibu) yang ingin tetap menjalankan usaha namun tidak mengabaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.

Sementara itu, beberapa orang di sekitarnya banyak yang memberi saran untuk membuka gerai khusus di mal atau tempat lain yang ramai. Namun Rani belum bisa menjalaninya mengingat anak-anaknya yang masih kecil dan perlu pengawasan darinya. Apalagi ada si kecil yang masih harus mendapatkan ASI eksklusif.

Bekerja di rumah memberi keuntungan yaitu bisa mengawasi keluarga (anak-anak) dan melakukan kontrol. Baginya, hal yang membahagiakan dalam hidup adalah melihat anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas. Disamping itu, dengan di rumah juga bisa tetap produktif dan menghasilkan uang tambahan. (ans)

One thought on “Metamorfosis Foyer dan Ruang Tamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s