Oleh: wiek | Februari 26, 2015

Jogja = Solo???

Tulisan ini nggak bermaksud mendeskreditkan siapapun maupun berbau Sara ya. Cuman pengalaman pribadi penulis selama 7 tahunan tinggal di Pekanbaru aja. 
Jadi gini, seperti pendatang pada umumnya, atau orang baru aja jumpa pastinya ada pertanyaan pembuka basa-basi.
Ini sebenarnya umum terjadi, dimana pun juga. Dan pertanyaan yang paling sering terlontar adalah, “Aslinya mana?”
Ada juga modifikasi lain, seperti datang dari mana, asalnya mana, dll, dst, dsb..

Nah, berikut cuplikan Tanya (T) dan Jawab (J) yang paling sering saya alami selama di sini. Dan contoh berikut ini adalah obrolan dengan penjual martabak, pas lagi jajan sama krucilku semalam.
(T= pertanyaan tukang martabak / J=jawaban saya)

T : Dari Medan ya?
J : Bukan
T : Trus, aslinya mana?
J : Dari Jawa 
(*jawaban kayak gini ni pas lagi baek. Kalo nggak, ya dijawab mana-mana aja deh hehehe…)
T : Oh…Jawa Medan ya? 
(*kayaknya kekeuh, maksa banget asliku dari Medan)
J : Bukaaaaan…dari Jogja
T : Oh dari Solo 
J : Bukan Solo…dari Jogja
T : Iyalah, sama aja. Jogja kan Solo juga 
(*gleek…Seringnya sih saya ngeyel…)
J : Lain dong. Jogja ya Jogja. Solo ya Solo. Provinsinya aja beda
T : Sama aja ah…Jogja tu Solo juga kan

Hadeeh…kalo nemu orang kayak gini. Sudahlah, bakalan debat kusir. Dan saya pun ,endingan milih diem aja. Selama tujuh tahuan di sini, sering dibikin keki ama yang kayak gituan. 
Ternyata Saudara-saudara yang budiman, susah menjelaskan bahwa Jogja beda ama Solo. Padahal sudah jelas provinsinya beda. 
Mungkin yang saya rasanya ini, mirip dengan rasanya orang Sumbar ditanya asalnya dari mana, di Jogja. 
Meskipun mo dijawab asalnya dari Pariaman, Solok, Bukitinggi, dll…ujung-ujungnya tetep dibilang…. Ooow, dari Padang!
Yah, tapi setidaknya masih se-Sumbar kan ya. Kalo Jogja ama Solo, kan ga se-apa2. Eh, ada sih..sesama pengguna bahasa jawa. 
Nah, kalau dasarnya karena sama-sama bahasa ato sama-sama punya kraton…kenapa ayah Qandra ndak dikira orang Malaysia. Kan bahasanya sama kayak bahasanya Ipin-Upin??
Ah entahlaaah…..

Selain percakapan itu, ada beberapa pertanyaan yang sering bikin keki di sini hehehe…
* Umurnya berapa?
* Kerja dimana? 
* Gajinya berapa? 
(Bahkan ada tetangga komplek yang kayaknya suka penasaran dan nanya ginian ke tetangga lainnya)
* Lulusan apa? 
(yang ini juga cukup sering. Begitu jawab asal dari Jawa trus nanya lulusan…yg nanya sambil dijawab sendiri) “Oh orang Jawa. Lulusan apa? SMA ya?”
Sok tau kan…
Eh…tapi kok identik org Jawa lulusan SMA ya??? 
Ada yang tau jawabannya?

Oleh: wiek | Desember 2, 2014

Desember…Saatnya Mengejar Resolusi 2014

Tahun 2014 tinggal sebulan lagi, dan ternyata resolusi di tahun 2014 masih banyak yang belum dicapai :(
Tapi setidaknya masih ada satu yang bisa dikejar. Yaitu renovasi sebagian rumah, tepatnya di bagian belakang.
Untung si ayah masih bisa dirayu-rayu untuk bikin satu kamar lagi, buat persiapan si anak bujang. La iya lah, Qandra kan cowo…masa bobok dikelonin bundanya terus hehehe….
Sadis si bunda nih ya, anak baru dua tahun kok disuruh bobok sendiri. Ndak lah, buat persiapan aja pemirsah :)
Nah, karena dah niat nih. Jadi kudu siap-siap rumah berserakan selama sebulan penuh.
Okey…ready…steady….GO!!!

Oleh: wiek | Oktober 10, 2014

Nggak Jadi Ibu Lagi :)

Sejak sakit beberapa hari yang lalu, tiba-tiba Encik Qandra tak mau manggil IBU lagi. Tapi berubah jadi BUNDA

Qandra - 2tahun 5bulan

Qandra – 2tahun 5bulan

Ntah karena pengaruh nenek yang sering jagain, atau pengaruh tetangga. Tapi Qandra nggak mau lagi manggil Ibu. Si ayah pun berkali-kali kena ralat

“Eh kok ibu, salah Ayah ni..Bunda aja!” kata Qandra

Gitu juga kalau ada orang nanyain “Mana ibu?” Anaknya selalu meralat, “Bundaaaa!”

Selain nunjukin punya keinginan sendiri, anaknya juga makin cerewet. Sering ngebalas omongan kita atau bantah. Kayak tadi pas ibu….eh ralat…Bunda dink hehehehe…..

Kayak tadi pagi pas Bunda iseng mencet-mencet idungnya, spontan ngomong, “Jangan Bunda, nanti patah hidungnya!”

Wohohoho…makin pandai ngejawab anak Bunda sekarang.

Duh, masih kagok dengan panggilan Bunda. Padahal anaknya dah lancar jayaaa manggil Bunda :-)

Oleh: wiek | Juli 29, 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Kulo sakkaluwarga namung saged nyuwun pangapunten ingkang kathah sanged amargi kathah lepat & kirang nuju prana ing saklebedipun atur, lelampahan, lan sapanunggalanipun dhumateng panjenengan.
Mugi panjenengan kulo sedoyo sakkaluwarga tansah pinaringan pangapunten, wilujeng & barokah saking Gusti..

┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆selamat hari raya iedul fitri
┆”MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN”
┆MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶

Oleh: wiek | Juli 7, 2014

3rd Anniversary

Tiga tahun sudah, kami membina mahligai rumah tangga. Tiga tahun, ibarat anak…umur yang masih belia. Masih perlu banyak belajar tentang kehidupan ini.
Semoga, keluarga kecil ini bisa semakin tangguh untuk melalui badai kehidupan. Ya ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ …bimbing ϑan jaga keluarga kami selalu. Dan bawalah kami hanya di jalan yang Engkau ridhoi.

Sepanjang tiga tahun ini, pergulatan hidup telah dijalani. Mulai di tahun pertama yang hanya bisa tinggal bersama dlm waktu ½ tahun saja.
Terpisah jarak antara Pekanbaru-Dumai. Tahun pertama mungkin jadi tahun terberat diantara tahun² berikutnya. Kebimbangan untuk memilih kota sebagai tempat tinggal utk menetap, sekaligus tempat untuk melahirkan si kecil.
Tahun ke dua, tahun yang membahagiakan… Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡☞ΉȃϑiiiiiiȒ buah hati tercinta…EM Muhiqandra. Juga tahun dimana si ayah memutuskan untuk mengambil rumah kecil utk kami tempati kelak. Tahun ini juga, mbah Jogja bisa diundang untuk nengokin cucunya di Pekanbaru.
Di tahun ke tiga, akhirnya keluarga kecil ini bisa bersatu. Tinggal di rumah sendiri. Belum benar-benar siap, tp sudah layak utk ditempati.
Semoga rumah ini bisa menjadi surga kami di dunia. Tempat yang membahagiakan ϑan bertabur cinta bagi semua yg tinggal di dalamnya.
ϑan semoga…anniversary berikut-berikutnya, akan aϑa kebahagiaan yang lebih sempurna lagi. ♡☀Å♏ïN☀♡

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.120 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: