Oleh: wiek | September 14, 2009

Selingan Perjalananku…

Libur sehari Sabtu (12/9) kemaren menyempatkan diri untuk berkunjung ke Dumai. Kejadian-kejadian “unik” menemani perjalananku di sana.

* Pertama, berawal dari proses keberangkatan, terjadi sebuah insiden dimana namaku terdaftar di tanggal 18 September. Dan mobil untuk hari itu full alias ndak bisa ditambahin orang lagi. Huaaaa…spontan ngomel-ngomel sama petugas travelnya dan “nyaris” batal berangkat. Tapi demi profesionalitas pelayanan kepada pelanggan, akhirnya petugas travel pun menelpon kembali dan menjemput.
(*rekomendasi ne, tujuan Pekanbaru-Duri-Dumai boleh lah pakai travel Karya Maju)

* Memang tak banyak yang bisa dikunjungi di Dumai. Tapi ada tempat² yang tak ada di Pekanbaru. Diantaranya adalah Taman Putri Tujuh. Yah, meskipun tak ramai dikunjungi orang. Namun bisa lah dipake untuk bersantai bersama keluarga. Atau buat berfoto-ria..seperti ini niii….

with Mikimoz

with Mikimoz

* Pulangnya, saya menemui sebuah keunikan, yaitu :

Akrobat Jalanan

Akrobat Jalanan

Akrobat jalanan….
Ntah mereka ini ABG yang lagi puber ato pemain sirkus yang lagi latihan. Tapi mereka ne beratraksi di jalan raya (*termasuk jalan lintas mobil dan truk) Bukit Timah, Dumai. Liat deh gayanya…
Hebatnya lagi ne..para akrobater tuh ndak pake pelindung badan atau kepala.
(*don’t try this at home)

* Sesampainya di jalan raya Kecamatan Pinggir, Desa Balai Raja…ada kejadian mengerikan.

Accident

Accident

Sebuah bus tujuan Medan beradu dengan truk pembawa kayu balak. Dan hasilnya…seperti tampak pada gambar. Info terakhir, 1 orang meninggal dunia dan 6 luka parah.

Sebentar lagi waktunya mudik… jangan sampai kawan-kawan mengalami kejadian seperti ini yah. Selamat mudik dan berhati-hati di jalanan. Buat yang mudik naik motor, jangan tiru adegan akrobatnya.

Oleh: wiek | September 9, 2009

Remove Tag

Apakah Anda mendapatkan fasilitas akses internet di kantor/kampus/ato mungkin di rumah? Kalau iya, apa aktivitas yang pertama kali dilakukan saat komputer/laptop menyala?

Kalo Anda langsung mengarah ke situs pertemanan Buku Muka alias Facebook…maka waspadalah, karena Anda mulai terserang virus Facebook Adict alias FB mania

Wiek's Poenya ne

Wiek's Poenya ne

WASPADALAH!!!

Rasanya virus itulah yang menyerang beberapa teman-teman saya (*sesekali nular juga ne). Wekekeke…saya ndak mau ngakuin beneran telah terjangkit..kan EGO penulis gitu loh.

Apa buktinya virusnya sudah nyerang temen-temen? Ne beberapa fakta empiris yang saya temukan : (*Ada yang mau nambahin???)

1. Ketawa-ketiwi sendiri depan komputer
Ada ne temen saya yang hobi banget nyengar-nyengir sendiri di depan komputernya. Kalo dah capek duduk, dia nyamperin saya trus bilang, “Dah liat statusnya si Badung? Bikin aku ketawa ngakak loh (*padahal dari tadi saya liatnya cengar-cengir deh, ndak ampe ngakak)”

Ato bilang, “Fotonya si Duduls tuh loh, ndak nguatin”

Sejurus kemudian dia kembali ke kursinya dan melanjutkan aktivitas cengar-cengirnya.

2. Rasio tampilan layar monitor untuk FB dan kerja adalah 3:1
Sebagai ilustrasi, dia memerlukan waktu membuka FB selama 15 menit dan kembali ke pekerjaan selama 5 menit. Begitu seterusnya.
Wah, kalo sudah begitu bisa dipastikan…pekerjaan kita akan mengganggu aktivitas ber-Facebook ria loh. Hati-hati saja…harus menajamkan seluruh panca indera untuk mendeteksi kehadiran Bos ato temen yang reseh.

3. Maksa-maksa orang lain untuk buka FB
Beberapa kali saya alami ni. Lagi asyik-asyiknya mikir (*beda tipis sama melamun) buat nulis artikel, tau-tau temen saya ini sibuknya setengah mati.
“Mbak..mbak…mbak….liat deh status di FB-nya Si Wagu tuh. Iiicchhh…sebeeel deh. Menjatuhkan banget. Liat deh Mbak!” (*kalimat bervariasi tergantung sikon)
Biasanya saya jawab, “Ntar deh kubuka.”
Tapi kalo virusnya dah masuk dalam jumlah banyak, biasanya bakalan maksa. (*belum sampai 2 menit ne)

Dia : Udah diliat belum Mbak? Cepetan buka, liat deh
Saya : Iyah, ntar deh kalo aku dah kelar
Dia : Eh si mbak ni, dibilangin dari tadi kelamaan.
Saya :Ya nanti, kalo aku dah kelar ngetik
Dia : Ya udah, sini aja, liat dari Fbku. Siniii..cepetaann.
***GLEKK***

Kayak dunia ne mau runtuh aja kalo saya ndak liat status si Wagu tu ya.

4. Hobi banget nge-Tag orang untuk foto asing
Ini nii…yg kadang bikin swebel. Masa tau-tau ada temen di YM yg nyapa trus bilang,” eh Wiek, itu ya cowokmu, yg ada di FB? Kok mirip sama dosen kita..si Pak Anu itu ya?”

Syalalalala….. * Mikir mode on*

Dosen mana yg mirip cowok saya? Ato cowok saya yg mana seh yang mirip dosen? Ndaaaaaaaak nemu
Setelah cek dan ricek…ternyata ada yg Tag nama di sebuah foto cowok yg tampangnya culun (*Ndak perlu didetail’in, ntar ada yg ngerasa) padahal di dalam foto itu ndak ada saya loh.

Dikarenakan beberapa teman saya sangat keranjingan sampe-sampe sering nge-Tag. Akibatnya, koleksi foto saya pun jadi banyak. Tapi pas dibuka, yang muncul ntah hapa-hapa…foto ndak jelas, ndak ada saya di situ, dan yang parah ne…saya ndak kenal orang-orang di foto itu

5. Gelisah kalo ndak ada yang komen
Seseorang yang sudah terserang virus FB akut ne bisa merasa gelisah jika status, foto, catatan, atau apa aja yang kita posting ndak dikasih komen. Malahan kalo parah ne, dia memiliki standar minimal untuk jumlah komentator. Nah, untuk memenuhi kuota standarnya tuh, dia akan rajin minta dikasih komen.

“Hei, kasih komen dong ke status/foto/catatan gw!”

6. Rajin ngisi catetan (*salah satu fitur di FB) trus nge-Tag temen-temen.
Kalau yang satu ini seh ndak rugi-rugi amat seh. Kita bisa memilih untuk me-REMOVE TAG alias Hapus (*ne kalo FB-nya ber’Bahasa Indonesia) tulisan yang menarik bagi kita atau tidak.

Dan setelah melakukan “bersih-bersih” FB beberapa kali, kini sudah sedikit Tag-tag yang tak dikenali. So, buat temen-temen yang ku-Remove Tag, sorriiiiiiih banget yak. Bukan bermaksud tak menghargai niat baik kalian untuk melibatkanku dalam foto atau momen atau apapun itu. Tapi semata-mata demi kenyamanan kita bersama

Catatan:
*Apakah dua atau tiga hal tersebut ada pada diri Anda? Kalau iya.. maka…. WASPADALAH… WASPADALAH
* Poin-poin di atas berdasarkan pengalaman pribadi penulis, jadi sebaiknya jangan dijadikan acuan atau malah masuk sebagai Daftar Pustaka untuk penelitian ilmiah. Tapi kalo tetep mau pake, jangan lupa sertakan sumbernya biar ndak dicap Plagiat ;-)

Oleh: wiek | September 7, 2009

Wawancara yang Berubah Jadi Ceramah

Ini bukan pertama kalinya saya harus mewawancarai seorang tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Dari pengalaman mewawancara mereka itu, saya mendapatkan pelajaran yang berharga. Yaitu falsafah pohon padi, yang berbunyi “Makin berisi, makin menunduk” (*inget falsafah ini karena semalam abis curhat ma Ibal).

Tapi pengalaman yang satu ini terasa unik. Yah, unik versi saya seh.
Gini ni…sekarang ini kan ceritanya, saya lagi ditugasi buat ngisi rubrik Rising Star (*ntah apa pertimbangan dari bos-bos ne, kok kerjaan saya sekarang ne nulis profil anak dari TK ampe Kuliah mulu…every day).

Pas hari Minggu, topik yang mo diangkat tu adalah mahasiswa yang sudah menjadi da’i atau da’iah. Bersama partner di Rising Star, Dina, kami mencari mahasiswa di sini yang dah ngisi- ngisi ceramah di masjid.

Dapat banyak kandidat, tapi ternyata banyak da’i-da’i muda yang rendah hati. Mereka segan dipublik di media. Padahal dah dijelasin kalo ini utk rubrik pendidikan dan buat memberi ide ato pemikiran ke generasi muda lainnya. Bukan utk tujuan pamer-pameran alias show up.

Untung dapat juga, dua orang. Pas banget, satu cewe dan satu lagi cowo. Senangnya hatiku, jalan terbuka untuk tugas hari ini. Tapi, itu ternyata Baca Lanjutannya…

Oleh: wiek | September 3, 2009

Info Tantangan Berkarir di Persda

Buat teman-teman, kali aja punya kenalan ato sodara atau sapa aja ne…yg berminat berkarier pada industri pers dengan posisi di Kota Palangka Raya – Kalimantan Tengah, dan Jambi (Pulau Sumatera). Ada info lowongan
* * *
UNTUK PALANGKA RAYA
TANTANGAN BERKARIER

Kelompok Penerbit Koran Daerah-Kompas Gramedia, sedang mengembangkan usahanya di Kota-Kota Besar di seluruh Indonesia termasuk Kota Palangkaraya, membuka kesempatan bagi tenaga kerja yang dinamis dan menyukai tantangan untuk bergabung sebagai: Baca Lanjutannya…

Oleh: wiek | September 2, 2009

Gempa Bumi di Klaim Malaysia???

Sebuah tragedi berupa bencana alam kembali lagi terjadi di negaraku tercinta ..Indonesia. Sebuah gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR dengan pusat gempa di Tasikmalaya memakan korban jiwa dan bangunan. Semoga para korban dikuatkan dalam menghadapi cobaan ini. Amin…

Postingan Gempa diklaim Malaysia di Facebook

Postingan Gempa diklaim Malaysia di Facebook

Tapi saya tergelitik saat seorang teman di kantor, Sesri nyeletuk, gempa aja diklaim Malaysia. Woloh…woloh… moso seh?! Kok “nggragas” banget (*Jawa=Rakus), sampe-sampe gempa pun harus diklaim.

Pas buka Facebook, saya nemu juga status temen (Mas Becky dari Tribun Kaltim) yang isinya “Gila, gempa aja diklaim Malaysia.. ha.. ha.. ha…”

Di bawahnya ada panjang komentar dari teman-temannya yang lain. Termasuk dari saya ;-)

Lagi² Sesri kasih tau kalau kabar itu juga masuk di Kompas.com. Wow…beneran ne (batin saya). Tanpa aba-aba, langsung Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori