Macam-Macam Pilihannya
KEBUTUHAN konsumen akan memori eksternal tidak akan selesai. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan ponsel yang semakin berkelas, orang akan selalu membutuhkan memori eksternal.
Memori eksternal sebenarnya sudah lama hadir di pasar ponsel, namun pembelinya terus saja meningkat. Pada awalnya, kemampuan ponsel terbatas pada kapasitas dari memori internal yang langsung terdapat di dalam ponsel.
Namun bisa diatasi dengan adanya memori card (kartu memori) eksternal. Caranya pun cukup mudah, hanya tinggal mencolokkan pada slot yang tersedia. Tapi tentu saja, jenis memorinya harus sesuai dengan ponselnya dong.
Jadi ada bermacam-macam memori eksternal di pasaran. Selain itu, kapasitasnya pun beragam, dari yang 64 mega byte (MB), 128 MB, 256 MB, hingga yang terbaru, 2 giga (G). Selain itu, jenisnya pun bermacam-macam. Ada MMC (Multimedia Card), SD Card (Secure Digital Card), RS MMC (Reduced Sized MMC), Memory Stick Duo hingga T- Flash (Trans Flash Card).
Penggunaan memori eksternal ini, memungkinkan fungsi ponsel meningkat dari sekedar alat berkomunikasi menjadi alat untuk mendukung pekerjaan dan fungsi-fungsi yang lain. Misalnya adalah fungsi sebagai pemutar musik (music player).
Sebelum berkembang teknologi kartu memori dalam ponsel, kita tidak bisa mendengarkan musik yang kita inginkan. Padahal sering kali kita ingin mendengarkan musik kesukaan, di waktu kapanpun juga. Namun akhirnya berkembang teknologi untuk memperbesar kapasitas memori internal. Menurut Lastri, kebanyakan memori paketan dalam ponsel sebesar 64 MB.
Saat ini, memori tersebut bisa di-up grade sehingga bisa menyimpan lagu dalam jumlah lebih banyak. Kapasitasnya juga dibuat makin besar yaitu bisa sampai 2 GB. Kapasitas tersebut cukup untuk menampung beberapa ribu lagu MP3. Kalau mau lebih praktis, pilih ponsel dengan slot memori hot-swap yang dipasang di luar sehingga tidak perlu repot mematikan ponsel ketika ingin memasukkan atau mengeluarkan kartu memori
Harganya pun bervariasi, tergantung besar dan merek memori. Menurut Lastri, harga kartu memori di tempatnya berkisar antara Rp 100 ribu hingga 600 ribu. Sedangkan merek memory card yang paling diminati untuk saat ini adalah NCP, Kingstone, Scandisk, dan Sony. Satu lagi merek yang harganya cukup ekonomis, yaitu Memorac. (ans)
Jenis Kartu Memori:
1. SD
Inilah kartu memori yang masih digunakan oleh perangkat seperti kamera digital. Ukurannya 24 mm x 32 mm x 1,4 mm. Kartu memori ini banyak digunakan oleh perangkat bergerak seperti kamera digital yang dapat menampung kartu memori sampai ukuran GigaByte.
2. MMC
Jenis ini merupakan yang pertama digunakan ponsel di Indonesia. Bila ponsel Anda masih menggunakan jenis ini, harga kartu memori jenis ini sudah tidak mahal lagi seperti saat pertama kali diluncurkan. Kemampuannya juga sudah lebih cepat dibandingkan dengan dahulu.
3. RS-MMC DV
Jenis ini merupakan pengembangan dari MMC. Perbedaannya terletak pada ukuran yang hanya setengahnya. Kecepatan data juga sudah lebih cepat dan mempunyai kemampuan terbaik untuk perangkat seperti ponsel.
4. Mini SD
Kartu memori ini digunakan oleh hampir semua vendor ponsel. Harga yang lebih murah menjadi salah satu faktor mengapa banyak ponsel menggunakan jenis memori ini.
5. Micro SD
Ukurannya yang hanya seujung jari kelingking, membuat semakin banyak ponsel yang beralih menggunakan jenis kartu memori ini. Apalagi, walaupun kecil, kemampuan microSD tidak kalah dengan jenis-jenis kartu memori lainnya. (tim forsel) (ans/bbs)








Kenal Lastri ya… hihihi
Oleh: CY on Februari 14, 2008
at 10:33 am
lam kenal cy
Oleh: lina on Oktober 28, 2009
at 11:46 am
Saya punya pengalaman buruk, semua data saya di hard disk rusak dan terhapus kena virus. Sejak itu saya selalu menyimpan salinan data saya di external hard disk.
Oleh: daeng limpo on Februari 15, 2008
at 1:27 pm
benar juga katamu…kebutuhan memori emang gag akan selesai…nyatanya saya pengen beli lagi hhehehe..
Oleh: sitidjenar on September 3, 2008
at 1:42 pm
lastri,.. are u remember me,.. anak tribun batam nih,.. he he he fot di bali lo gak bisa dicetak he he he
Oleh: muhamad sarih on Februari 4, 2009
at 10:34 am