“Holopis Kuntul Baris”
Jogja… Jogja!…Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja… Jogja… Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia
Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta
Nagari paling penak rasane koyo swarga
Ora peduli donya dadi neraka
Neng kene tansah edi peni lan merdika
Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat
Memayu hayuning bawana
Saka jaman perjuangan nganthi merdika
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya……….
Penggalan lagu Jogja Istimewa ciptaan Marzuki Mohammad, seorang seniman Yogyakarta dengan gaya sedikit hiphop dipadu alunan gaya prajurit kraton. Lagu tersebut menemani saya untuk berselancar di dunia maya hari ini. Dan karena menyiratkan makna yang dalam dan menghantarkan pada kenangan-kenangan indah di Jogja, saya pun menuliskannya di sini.
Bagi warga Jogja, lagu Jogja Istimewa menjadi kebanggaan tersediri. Apalagi sejak polemik “Keistimewaan” yang belum juga mencapai titik temu yg pas dengan Pemerintah RI. Lagu tersebut seolah-olah menjelma menjadi lagu “kemerdekaan”
Jujur saja, saya sangat tidak berharap Jogja memerdekakan diri dari NKRI. Ya jelaas aja, skg saya berdomisili di Pulau Sumatra. Yg tentu aja bakal repot sendiri buat pulang kampung (*ga kebayang deh hrs ngurus pasport dan visa hehehe…)
Kembali lagi soal lagu Jogja Istimewa. Syair lagu itu mengandung makna yg ‘dalam’ (*setidaknya menurut saya pribadi). Dan dari berbagai sumber yg saya temukan (salah satunya dr tulisan Killtheblog), ternyata terkuak bahwa syair itu juga memuat kalimat2 tokoh besar di Indonesia.
Misalnya:
“Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia”
Kalimat di atas diucapkan Soekarno untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kraton dan rakyat Yogyakarta dalam perjuangan kemerdekaan
Ada juga syair:
“Ing ngarso sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani
Holopis kuntul baris ayo dadi siji”
Siapa sih yg gak kenal dengan semangat ini. Kalimat yang dipopulerkan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro
Sejarah wus mbuktekake
Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya
Jogja istimewa untuk Indonesia”
Kalimat ini merujuk kembali ke ungkapan Soekarno
Sedangkan syair :Holopis Kuntul Baris” merupakan kalimat penyemangat yg biasa digunakan di Jawa, sebagai ajakan untuk bekerja bersama-sama
Mungkin untuk yg pengen tau lebih detailnya, bisa berselancar ke tulisannya Killtheblog aja langsung
Dan sebagai penutup…sekali lagi saya ucapkan….Dirgahayu Jogja…. daerah yang selalu istimewa di hati saya







Goresan dari Temen Wiek