Oleh: wiek | Juli 29, 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Kulo sakkaluwarga namung saged nyuwun pangapunten ingkang kathah sanged amargi kathah lepat & kirang nuju prana ing saklebedipun atur, lelampahan, lan sapanunggalanipun dhumateng panjenengan.
Mugi panjenengan kulo sedoyo sakkaluwarga tansah pinaringan pangapunten, wilujeng & barokah saking Gusti..

┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆selamat hari raya iedul fitri
┆”MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN”
┆MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶

Oleh: wiek | Juli 7, 2014

3rd Anniversary

Tiga tahun sudah, kami membina mahligai rumah tangga. Tiga tahun, ibarat anak…umur yang masih belia. Masih perlu banyak belajar tentang kehidupan ini.
Semoga, keluarga kecil ini bisa semakin tangguh untuk melalui badai kehidupan. Ya ∕̴ƖLL∕̴ƖƗƗ …bimbing ϑan jaga keluarga kami selalu. Dan bawalah kami hanya di jalan yang Engkau ridhoi.

Sepanjang tiga tahun ini, pergulatan hidup telah dijalani. Mulai di tahun pertama yang hanya bisa tinggal bersama dlm waktu ½ tahun saja.
Terpisah jarak antara Pekanbaru-Dumai. Tahun pertama mungkin jadi tahun terberat diantara tahun² berikutnya. Kebimbangan untuk memilih kota sebagai tempat tinggal utk menetap, sekaligus tempat untuk melahirkan si kecil.
Tahun ke dua, tahun yang membahagiakan… Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡☞ΉȃϑiiiiiiȒ buah hati tercinta…EM Muhiqandra. Juga tahun dimana si ayah memutuskan untuk mengambil rumah kecil utk kami tempati kelak. Tahun ini juga, mbah Jogja bisa diundang untuk nengokin cucunya di Pekanbaru.
Di tahun ke tiga, akhirnya keluarga kecil ini bisa bersatu. Tinggal di rumah sendiri. Belum benar-benar siap, tp sudah layak utk ditempati.
Semoga rumah ini bisa menjadi surga kami di dunia. Tempat yang membahagiakan ϑan bertabur cinta bagi semua yg tinggal di dalamnya.
ϑan semoga…anniversary berikut-berikutnya, akan aϑa kebahagiaan yang lebih sempurna lagi. ♡☀Å♏ïN☀♡

Oleh: wiek | Mei 8, 2014

Happy D’day Jagoan Ibu

Encik Qandra

Encik Qandra

Tanggal 8 Mei dari dulu sudah masuk dalam daftar tanggal penting di kalender tahunan ibu. Karena itu adalah hari ulang tahunnya Om Moko, adik ibu no 2. Tapi sejak tahun 2012, tanggal 8 Mei menjadi lebih berarti lagi. Karena di tanggal itu, ibu mendapat hadiah yang luar biasa spesial…..seorang anak laki-laki
Memang ibu tak merasakan kesakitan seperti ibu-ibu lain yang melahirkan anaknya secara normal. Karena ibu harus menjalani sectio cesar untuk melahirkan Qandra. Tapi bukannya tak pakai sakit loh. Begitu efek bius hilang, rasa “sedap” sisa jahitan mulai terasa. Hampir dua minggu masih terasa sekali, karena ada beberapa cm bekas jahitan yang masih berair (tak kering).
Hanya saja, rasanya seperti apa? Jujur sama ibu sudah lupa. Karena dapat ganti rasa bahagia yang luar biasa. Bahagia karena ditemani jagoan kecil setiap malam, setiap hari, setiap saat. Dialah Encik Muhammad Muhiqandra…jagoan kecil ayah dan ibu, yang kini genap berusia 2 tahun.
Qandra dapat kado jaket keren dari Mbah Kung Jogja dan kado dari Om Moko. Tapi di usiamu yang ke dua ini Nak, ibu dan ayah tak menyiapkan kado apa-apa untukmu.
Bukan karena ayah dan ibumu pelit. Tapi jujur saja….karena kami berpikir bahwa kamu belum paham apa-apa tentang hadiah ulang tahun. Dan kami sebenarnya juga tak ingin menjadikan hari ulang tahunmu menjadi sesuatu yang perlu dirayakan secara istimewa.
Sudah dua tahun umur Qandra yak… hanya doa yang tulus dari kami, kedua orang tuamu.

Semoga Qandra menjadi anak yang sholeh, anak yang berakhlak mulia, anak yang berilmu tinggi dan selalu memegang nilai-nilai agama. Semoga Qandra juga selalu sayang kepada Allah dan kedua orang tua ya Nak.

Di usia ke 2, Qandra sudah tambah pinter. Dia nggak nenen lagi, lebih suka makan sendiri dari pada disuapin, udah bisa milih mau minum air putih atau susu, udah makin banyak ngomongnya, udah makin suka nanya-nanya dan nyahut kalau ada orang ngomong.

“Apa Bok?….. Apa Yah?…. Mana Ayah, Buk?….. Ayah kerja, Buk?….Ayok Buk, tempat ajon (*Pak Jon kedai depan)…..Arok ni hapena, ayok iriiii” (*taruk sini hapenya, ayo berdiri…..ini biasanya ngajak maen)….. Kalau lagi marah atau nggak suka, ada beberapa kalimat andalannya…. “Apa tarok iniii,” atau “Tak kawan kita lagi” ………..dan masih banyak lagi kalimat yang bisa dikeluarkannya.

Pokoknya makin seru kalau dia lagi pengen ngobrol. Sering kali kalimat atau katanya bikin bingung. Ibu bingung terjemahinnya, dan Qandra ngamuk-ngamuk karena salah terus artinya. Tapi ibu tetap bahagia, karena itu tandanya Qandra makin pinter kan. Makin banyak perbendaharaan katanya.
Ohya, jadi di hari ulang tahun Qandra ini kita main aja ya Nak. Qandra bebas main pasir, batu dan tanah hehehe…. Mainlah sepuasmu Nak… dan selamat ulang tahun Jagoanku

Oleh: wiek | April 13, 2014

Sukses Bercerai pake Weaning With Love

Upss…bercerai apaan ne?! Jangan mikir yg macem² dulu ya. Krn yang dimaksud tu cerai susu’nya Qãndrã.
Sebenarnya usia Qãndrã belum genap dua tahun. Masih kurang sebulanan lagi untuk stop dapat jatah ASI.
Tapi ibu keburu dah preparing macem². Mulai dr nyiapin trik spy Qãndrã ga doyan ama nenennya, standby sufor tiap malem, nyetok jajanan ϑan beliin mainan baru utk mengalihkan perhatiannya saat minta nenen.
Daaaaan..ternyata persiapan ibu kebablasan, karena Qãndrã dengan mudahnya bisa cerai susu.
Jadi ceritanya, ibu udah khawatir karena di umur 1y11m, Qãndrã masih kenceng nenennya. Asal ibunya rebahan atau nyandar di kasur, langsung nerocos, “Ibu ntaa eneen”
Memelas gitu nadanya..ϑan berulang² ampe ga tega dengernya.
Akhirnya dpt saran dr sana-sini utk nakutin Qãndrã ama nenen. Percobaan pertama pake tumbukan daun kates. Kebayang kan paitnya :D
Setelah ditumbuk, dioles ke nenen. Dan hasilnya…Qãndrã loloos.
Horeeeeee!!!
Tumbukan kates diisep..dilepeh..diisep…lepeh lagi ampe paitnya ilang. Lalu lanjuuuut, nenen dengan nikmat.
Cara yang kedua, pake plester ϑan bilang kalo nenen ibu sedang sakit. Hasilnya, hari pertama sukses. Hari ke dua siang jg sukses, tp malamnya meraung2 ϑan nekat diisep ampe plesternya lepas.
Akhirnya jurus ke tiga dipakai. Dengan olesin pake saos sambal. Soalnya Qãndrã sensitif ama rasa pedas.
Hasilnya, dia menang lagi. Meski kepedesan, diulang lagi ϑan lagi sampai saosnya abis. Lanjuuuut nenen lagi.
Akhirnya ibu yg nyerah deh.
Toh, umur Qãndrã jg belum genap 2th. Jd biar aja deh nenen sesuka hati, sampe anaknya bisa dikasih tau ϑan rela utk berhenti nenen.
Selang beberapa hari, ibu iseng godain Qãndrã. “Masa dah gede masih nenen, malu ah.” Eh anaknya ketawa ϑan malu-malu, trus batal minta nenen.
Tiap dia bilang, “Ibu ntaa nen,” selalu batal kalo digodain gitu.
Akhirnya sekarang dah ganti kalimatnya.
“Ibu ntaa cucu,” yang maksudnya minta sufor. Atau “Ibu ntaa num,” yang maksudnya minta air putih
Hebaaat anak ibu, ternyata gak harus ditempel macem² nenen si ibu ya.
Jadi nyesel sendiri kalau inget… Tega banget si ibu ne nyiksa anak.
Ohya, td mbah uti di telepon nanya, ASI’nya penuh nggak? Klo anak berhenti nenen, penderitaan selanjutnya adalah nahan sakit krn ASI penuh.
Jawabannya: TIDAK!
Sama sekali gak ngerasain ASI penuh ampe “nggregesi” (bhs jawanya). Alias sakit ampe meriang.
Entah karena memang stok ASI menipis, atau efek membatasi frekwensi nenennya Qãndrã sebelumnya. Tapi proses menyapih anak ibu yang satu ini berlangsung dengan sukses.
Weaning with love…sama-sama nyaman utk Qãndrã ϑan ibu :)
Kadang aϑa juga sih Qãndrã iseng. Pas ibu rebahan, dia bilang, “Ibu nta nen,” sambil senyum²
Kalo ibu jawab, “eh..kok nen?” Dianya ketawa malu²
Lucunya anak ibuk…makasih atas kerja samanya ya Nak. Ibuk makin sayang sama Qãndrã. Gpp ya jatah nenennya kena diskon sebulan (^_^)
Masih aϑa tantangan selanjutnya, yaitu toilet training. Anaknya masih maju mundur…kadang mau masuk kamar mandi, tp msh lebih sering pipis ϑan pup di luar (╰_╯)

Oleh: wiek | Maret 27, 2014

Sinetron ini Berjudul Kabut Asap

maskerPenggemar sinetron harusnya tidak boleh ketinggalan dengan kisah yang satu ini. Kisah sinetron di kota keduaku, Pekanbaru. Sebenarnya lebih tepat kalau cakupannya Provinsi Riau.

Ini tentang “sinetron” kabut asap yang dialami warga Riau di awal tahun 2014. Yak, tahun 2014 menjadi tahun yang berkesan. Karena seluruh warga Riau, tanpa pandang bulu disajikan asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan.

Sejak tinggal di Pekanbaru (mulai tahun 2007), tahun 2014 ini yang paling parah. Mungkin komposisi O2 di udara sudah tidak sampai 50 persen. Udara amat sangat tidak nyaman untuk dihirup, tenggorokan terasa kering dan mata jadi pedih. Padahal….padahal ni ya, ibu dan Qandra hanya berdiam diri di rumah saja.

Pemerintah menganjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bahkan di dalam ruangan pun dihimbau untuk mengenakan masker. Oh mai goooot…mana tahan kalau pakai masker sepanjang hari. Apalagi untuk bayi gedeku, si Qandra.

Demo para aktivis sudah tak terhitung berapa kali. Kicauan di twitter dan di facebook juga tak terhitung jumlahnya. Bahkan broadcast message tentang asap, masuk hampir setiap hari di Blackberry.

Rakyat Riau mulai dari mengeluh, marah-marah, sampai akhirnya ikutan pasrah. Kayak Atuk Gubri Annas Maamun yang bilang dah pasrah pada Allah. Kalau dalam kisah sinetron, sudah terjadi pertentangan antar pemain hingga klimaks….

ISPU-Pekanbaru.jpgKlimaksnya adalah saat alat indeks pencemaran udara yang berada di pusat kota mencapai angka lebih dari 300 partikel debu (PM10). Artinya, status polusi udara sudah berbahaya (hazardous) untuk dihirup makhluk hidup.

Lalu…..tokoh utamanya datang. Eng ing eeeeeng……sang jagoan datang dengan pesawat terbang, langsung dari Jawa menuju Riau. Dialah Esbeye ato Presiden RI.

Lakonnya harus menghadapi konflik juga. Dia tak bisa mendarat langsung di Bumi Lancang Kuning. Akhirnya belok dulu ke Batam, dan beberapa saat kemudian sampai juga di Pekanbaru.

Yuhuuuu…lakonnya beraksi….bam–bim–bum….gerak sana-sini, marahin si anu si itu….kasih perintah ini itu….dan langsung saja….
Hari itu juga, hujan pun turun di Riau dan kabut asap hilang. Ruaaaar biasaaaa (mencontek Mario Teguh).
Dan berakhirlah kisah sinetron di negriku tercinta Indonesia.

Sungguh seperti kisah dalam sinetron.

Oh, terlalu pendek untuk jadi sinetron ya. Mungkin lebih cocok kalo disebut, mirip kisah di film India. Dimana lakonnya beraksi di akhir cerita dan menang.

Entahlah, haruslah saya senang dengan ending cerita itu atau tidak. Karena faktanya, belum ada satu bulan SBY menyelesaikan kabut asap. Sekarang sudah mulai muncul lagi asap tipis setiap pagi dan sore hari.
Sebagai ibu rumah tangga, tak banyak yang bisa saya lakukan. Kecuali mengurung kembali Qandra di dalam rumah, untuk meminimalisir asap yang dihirupnya.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 83 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: